HOLKAY MELARAT [On Going]

HOLKAY MELARAT [On Going]

  • WpView
    LECTURAS 2,221
  • WpVote
    Votos 713
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 15, 2020
Anak orang kaya, biasanya duitnya banyak, mobilnya keren, dompetnya tebel, kartu kreditnya bejibun. Tapi gimana sama kemelaratan empat bujang yang kabur dari rumah istananya dan gak sengaja ketemu, terus milih tinggal di kosan kamar mandi di luar? Ini holkay tapi melarat, auto belangsak! Kepo? kuy baca aja! auto ngakak? Bisa jadiii
Todos los derechos reservados
#14
ceritalucu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • mami 'DongMark
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • I LOVE SEBLAK
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Naughty boy (TAHAP REVISI)
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • Kisah yang Tertunda

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido