We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sunyi
  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 19, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Katanya pisau itu hanya menancap pada satu titik saja. Tapi kenyataannya, ia menancap pada titik yang lain. Apanya yang mengobati, jika akhirnya menyakiti. Slalu di asah itu tidak menjadi patokan untuk menjadi indah. Terkadang yang diasah bisa saja menjadi hal yang amat menyakitkan. "Makasih ya. Hati-hati dijalan. Dah!" Seru Gita mencium pipi Roy dan melambaikan tangannya. "Dah." Jawab Roy bengong karna ia sangat kaget, dan melambaikan tangannya kembali. **** Seperti biasa, suara tak sopan itu kembali menyapa dan kembali terdengar. Ekspresi Gita yang awalnya tersenyum bahagia, kini kian berubah menjadi datar. Entahlah apa yang tengah terjadi, kini Gita mencoba melangkahkan kakinya untuk masuk kerumah, namun terhenti saat mendengar suara mama dan papanya berkelahi. Untuk kesekian kalinya Gita mendengarkan suara seperti ini. Dan malam ini adalah yang paling parah, mama dan papa Gita ribut besar. Gita hanya terdiam dan air matanya tiba-tiba menetes. Ia tak sanggup mendengar pengakuan itu, dan berlari keluar tak tau tujuan.
All Rights Reserved
#354
istiqomah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIA PERGI?!
  • The Mistake of My Life
  • ON SIGHT (Completed)
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • KOTA BANDUNG & GITA
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • SORAYA✔ [End]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)

DIA PERGI?! ~~~~~~ Sakit rasanya ditinggalkan oleh seseorang. Terlebih orang yang sangat amat dicintainya. Selamanya! "Jika takdir sudah berkehendak, maka mau bagaimanapun aku bertahan, tetap akan pergi." ucap Natha menatap gadis didepannya dengan raut sendu. "Dulu kamu pergi, lalu kembali. Apakah akan pergi lagi? Apakah bisa kembali?" balas gadis itu dengan air mata yang sedari tadi membasahi pipi. Natha mengangguk, "aku akan kembali.." ia menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya. "Dalam wujud yang berbeda. Aku yakin, akan ada orang yang persis seperti aku yang akan menjadi pengganti untuk mu, Zefa" Gadis bernama Queena itu menggeleng, "Aku sanggup jauh darimu. Tapi tidak untuk kehilanganmu" lalu ia memeluk Natha sangat erat. Cowok itu mencoba tersenyum, walau berusaha sekuat tenaga menahan sakit ditubuhnya. "Aku pergi, tugas aku udah selesai. Setidaknya aku pergi dengan pamit. Ayah udah kembali kayak dulu, dan tugas ku jaga kamu udah selesai." ujar nya. - Dulu, kita adalah seseorang yang sama sama kehilangan. Saling menguatkan, dan selalu menjadi support system satu sama lain. Kamu berjanji akan kembali. Namun setelah kembali, haruskah pergi? -QUEENA ZEFANYA SHAGIL- ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Penasaran? Ya dibaca lah, kalau suka ya divote. Kalo engga juga not problem. Mati satu tumbuh seribu. Cuma mau bilang 👻 'Tetep semangat ya, apapun yang terjadi. Hidup itu harus bisa menerima kritik dan saran. Agar kita bisa berkembang, gak stalk disitu saja. Kita juga gak akan tahu kan, kedepannya bakalan kaya gimana? Makanya jangan berhenti berkembang. Jangan cari teman yang membuat mu merasa nyaman. Tapi, carilah teman yang memaksamu untuk terus berkembang. Orang hebat tidak dibentuk dari kemudahan, kenyamanan, dan kesenangan. Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata.' -Sv Outhor 'DIA PERGI?!'-

More details
WpActionLinkContent Guidelines