Sunyi
  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 19, 2021
Katanya pisau itu hanya menancap pada satu titik saja. Tapi kenyataannya, ia menancap pada titik yang lain. Apanya yang mengobati, jika akhirnya menyakiti. Slalu di asah itu tidak menjadi patokan untuk menjadi indah. Terkadang yang diasah bisa saja menjadi hal yang amat menyakitkan. "Makasih ya. Hati-hati dijalan. Dah!" Seru Gita mencium pipi Roy dan melambaikan tangannya. "Dah." Jawab Roy bengong karna ia sangat kaget, dan melambaikan tangannya kembali. **** Seperti biasa, suara tak sopan itu kembali menyapa dan kembali terdengar. Ekspresi Gita yang awalnya tersenyum bahagia, kini kian berubah menjadi datar. Entahlah apa yang tengah terjadi, kini Gita mencoba melangkahkan kakinya untuk masuk kerumah, namun terhenti saat mendengar suara mama dan papanya berkelahi. Untuk kesekian kalinya Gita mendengarkan suara seperti ini. Dan malam ini adalah yang paling parah, mama dan papa Gita ribut besar. Gita hanya terdiam dan air matanya tiba-tiba menetes. Ia tak sanggup mendengar pengakuan itu, dan berlari keluar tak tau tujuan.
All Rights Reserved
#76
sunyi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Mistake of My Life
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • ON SIGHT (Completed)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Raina Maramitha
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Zero-sum Love [FIN]
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • KOTA BANDUNG & GITA

"You're the mistake of my life." "Maaf." *** Kalimat maaf dari wanita itu selalu Rayan dengar. Suara gadis yang dulu ia benci, sekarang mulai ia rindukan... Di dunia ini, ada orang yang hidup penuh dengan kesenangan. Namun juga ada yang hidup penuh dengan ambisi untuk mengejar suatu kesuksesan. Dan dunia, seolah memberikan perbedaan itu pada gadis bernama Sore Asmara Januari yang hidupnya selalu bersenang-senang sebagai seorang pelajar SMA kelas sebelas. Sedangkan Narayan Kenang harus selalu belajar, berusaha bersikap santun dan sempurna dihadapan siapapun karena dirinya yang menjadi siswa berpengaruh di sekolah international. Awalnya Sore muak dengan Rayan dan segala ambisinya. Rayan juga tidak ingin berhubungan lebih jauh Sore yang hidupnya berantakan sebagai remaja. Untuk Rayan remaja, dia ingin Sore menghilang dari hidupnya. Tapi untuk Rayan ketika dewasa, dia seperti menyesali keinginannya ketika remaja itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines