Pelangi Senja

Pelangi Senja

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 20, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Senja Anjani, tahun ini resmi menyandang titel freshgraduation dari sebuah universitas yang cukup ternama. Beruntungnya setelah menganggur selama kurang dari 3 bulan Anja mendapat panggilan kerja di perusahaan perkebunan singkong atau produksi tepung terigu. Perjalanan Anja dikerjaan pertama ini penuh liku. Kata orang menyukai seseorang yang bukan milik kita merupakan seni menyakiti diri sendiri. Lantas bagaimana dengan Anja? Disakiti? Menyakiti atau bahkan memiliki?
All Rights Reserved
#45
kami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Cinta (Tidak) Bertepuk Sebelah Tangan
  • coward
  • Miss Matching
  • Konstelasi Emosi
  • Cinta di ujung Senja
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Andira [End]
  • ALEAGAS [END]
  • ANGGI MAHARANI

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines