Sajak Pagi

Sajak Pagi

  • WpView
    LECTURI 404
  • WpVote
    Voturi 24
  • WpPart
    Capitole 39
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare dum, feb 6, 2022
tergores kertas... Dengan tinta- tinta emas Mengayun tangan seakan-akan tergores Tergores di dalam bait-bait puisi
Toate drepturile rezervate
#249
puisikehidupan
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • My Wish
  • Rembulan Yang Sirna
  • aku bukan penyair
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Semua Memukul (✅)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut