Cinnamon Girl

Cinnamon Girl

  • WpView
    Reads 314
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 14, 2024
Ini kisah Kinan. Gadis yang sejak kecil telah mengenal rasanya kehilangan dan keputusasaan. Ia menbiarkan dirinya terpuruk sekian lamanya. Hingga menginjak remaja, ia bertemu dengan lelaki yang mengaku pernah mengerti dan merasakan apa yang dialami Kinan. Siapa yang mengira? Orang yang mengaku teman itu mulai mengulurkan tangan kepada Kinan dan membawanya masuk ke dalam jurang yang tak ada dasarnya? --- Mohon kepada kalian untuk bijak dalam membaca tulisan saya. PG 15+ -Love, Leo cover by : cleoaqua source cover picture : id.pinterest.com
All Rights Reserved
#365
depression
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Noda dalam Cinta
  • Walk Beside Me (PROSES REVISI)
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • HIDDEN I (The End)
  • RUANG KINANTI
  • Sour Seventeen
  • Let Me Love You Longer
  • If We're
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines