From The  Cake to Be Mine

From The Cake to Be Mine

  • WpView
    LETTURE 152
  • WpVote
    Voti 29
  • WpPart
    Parti 6
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, mar 31, 2021
Lima menit berlalu terdengar suara ketukan yang berasal dari luar kaca mobilnya. Kedua mata Dena rasa ingin keluar, ketika mengetahui siapa yang mengetuk kaca mobilnya. Untung saja kaca mobilnya gelap jadi si manusia kutub tidak dapat melihat wajah kaget Dena. " Hei tidakkah kau merasa bersalah setelah menabrak mobil ku" ujar manusia kutub. " Astaga bagaimana ini" ucap Dena membatin. Mau tidak mau Dena akhirnya menurunkan kaca mobilnya untuk menghadapi kemarahan manusia kutub itu. "Apakah kau tidak merasa bersalah nona?" Dena hanya mengeluarkan senyuman terpaksanya dihadapan pria yang dijulukimanusia kutub itu. "Apakah senyuman jelek mu itu bisa menjadikan mobilku mulus lagi? Maaf nona aku tidak butuh senyum jelekmu itu aku hanya butuh pertanggung jawaban mu terhadap mobilku" "Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja menabrak mobilmu aku sedang buru buru saat ini" Dengan mengerutkan dahinya, pria yang dijuluki manusia kutub oleh Dena ini pun jawab ucapan Dena. "Heh memangnya kau saja yang buru buru nona? Kau kira aku tidak sedang buru buru?" "Iya aku tau, maafkan aku tuan" ucap Dena sambil menampilkan wajahnya sesedih mungkin. "Kau pikir dengan maaf dari mu mobil kesayangan ku bisa kembali mulus?" Bosan mananggapi pria yang sombong ini, akhirnya Dena mengalah dari pada moodnya semakin jatuh pagi ini. "apa mau mu tuan? jika kau ingin aku memperbaiki mobilmu maka aku akan bertanggung jawab dan memperbaiki mobil ini tuan".
Tutti i diritti riservati
#213
mine
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Sudut pandang (felisha)
  • Dava&Dena {END}
  •  ALZERA (On Going)
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • INHIBITOR KOROSI (TAMAT) ✔️
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • I HATE YOU KOMANDAN!!! {END} ✓
  • I AM YOU [NEW VERSION]

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti