R&A
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 2, 2020
Pelan tapi pasti. Alin mendekatkan tubuhnya pada seseorang yang kini terbaring lemah dihadapannya. Pikirannya menerawang jauh,namun ia terus mencoba untuk menepis segala pikiran negatif yang terlintas dikepalanya. "Tidak mungkin. Itu bukan Dia!." Alin terus berjalan maju. Wajah laki-laki itu kini sudah terlihat jelas dengan kedua matanya. Tubuhnya bak membeku seketika. Air mata perlahan membasahi setiap inci wajahnya. Alin membekap mulutnya dengan tangan kirinya. Sesak. Itulah yang dirasakan hatinya sekarang. Cepat-cepat Alin memerintahkan kakinya untuk membawanya pergi dari ruangan beraroma obat-obatan itu. Alin terus berlari. Mengabaikan setiap orang yang melihatnya. Juga panggilan-panggilan yang tertuju padanya. Akankah ia merasakan kehilangan untuk kedua kalinya?. Tidak cukupkah ia kehilangan cinta pertamanya?. Baca kisah selanjutnya disini.
All Rights Reserved
#75
storysma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Here I'm Waiting For [You]~(END)
  • ALVANSA [Completed]
  • Allena
  • RAJAWALI
  • Unfriend • Completed
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]

⚠Ini hanya cerita pasaran. Harap pembaca menikmatinya. Maklumlah, ini cerita pertama yang gue bikin. Ada unsur komedinya, dijamin suka. "Ra, gue nggak bisa seromantis orang, tapi gue mau ucapin sesuatu sama lo, kalo gue suka lo, dan lo mau nggak jadi pacar gue? Jadi pemilik hati gue?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines