R&A
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 2, 2020
Pelan tapi pasti. Alin mendekatkan tubuhnya pada seseorang yang kini terbaring lemah dihadapannya. Pikirannya menerawang jauh,namun ia terus mencoba untuk menepis segala pikiran negatif yang terlintas dikepalanya. "Tidak mungkin. Itu bukan Dia!." Alin terus berjalan maju. Wajah laki-laki itu kini sudah terlihat jelas dengan kedua matanya. Tubuhnya bak membeku seketika. Air mata perlahan membasahi setiap inci wajahnya. Alin membekap mulutnya dengan tangan kirinya. Sesak. Itulah yang dirasakan hatinya sekarang. Cepat-cepat Alin memerintahkan kakinya untuk membawanya pergi dari ruangan beraroma obat-obatan itu. Alin terus berlari. Mengabaikan setiap orang yang melihatnya. Juga panggilan-panggilan yang tertuju padanya. Akankah ia merasakan kehilangan untuk kedua kalinya?. Tidak cukupkah ia kehilangan cinta pertamanya?. Baca kisah selanjutnya disini.
All Rights Reserved
#26
baperstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alinka's Story! [Completo]
  • DRABIA [END]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • RAJAWALI
  • Unfriend • Completed
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Allena
  • Memory Of First Love [Completed] ✓

PINDAH KE KUBACA!! "Anak siapa yang sedang kau kandung hah!" teriak pria paruh baya dengan wajah memerah menahan amarahnya. "Mungkin itu anaknya dan kekasih-nya yah. Kemarin, aku melihatnya bercumbu dengan kekasih-nya di taman belakang sekolah yah.." adu seorang gadis dengan nada yang meyakinkan sang ayah. Sedangkan, orang yang dituduh itu menggelngkan kepalanya. "Kau! kau tidak dibesarkan untuk menjadi seorang jalang seperti ibumu! Seharusnya kau berterimah kasih karna aku dan ayahmu mau membesarkanmu. Tapi, kau malah melakukan hal yang menjijikan seperti ini sama seperti yang dilakukan ibumu. Hah. Bagaimana bisa kau memiliki anak dari wanita tak bermoral seperti itu. Lihat sendiri bukan. Dia sama seperti wanita itu." maki wanita paruh bayah pada seorang perempuan yang duduk bersimpuh dibawah kaki ayahnya. Sedangkan pria paruh bayah itu hanya diam tak bisa menjawab perkataan tersebut. "hiks..m-maafin Alin yah.. Alin dijebak hiks... " perempuan yang bernama Alin itu memeluk kaki ayahnya meminta pengampunan. Namun, pria paruh bayah itu dengan tidak berperasaan menghempaskan tubuh Alin hingga Alin jatuh terjungkal. "Pergi dari rumahku! Dan jangan harap kau bisa memanggilku Ayah lagi. Karna kau bukanlah putriku! Hah.. aku menyesal memungutmu dulu." usir pria paruh bayah itu lalu menyuruh istri dan anak sulungnya masuk kedalam rumah. Lalu menutup pintu rumah itu dan membiarkan Alin sendirian di perkarangan rumah. Senyum mengembang menghiasi wajah kedua orang perempuan yang sangat senang dengan pengusiran Alin. ❌DON'T JUDGE MY STORY🚫❌ ❌DON'T COPY MY STORY🚫❌ ⚠MENGANDUNG BAHASA KASAR⚠ ⚠WARNING 18+⚠ **** PLAGIAT MENJAUH! YANG GAK SUKA CERITA NYA MENJAUH!

More details
WpActionLinkContent Guidelines