We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tertanda R

Tertanda R

  • WpView
    Reads 16,872
  • WpVote
    Votes 2,652
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Nggak maksa buat follow, tapi nggak mau pura-pura kepencet gitu? Hehe. Selayaknya bunga yang butuh waktu untuk mekar tapi belum tentu akan mekar dengan sempurna atau malah gugur sebelum waktunya. Dan aku seperti bunga itu. Kelopakku gugur sebelum kuncupku sepenuhnya merekah. Tak ada yang benar-benar menginginkan ku di dunia ini. Jika tau menjadi pemeran utama sesakit ini, maka jika diberi pilihan aku lebih memilih menjadi antagonis. Apakah aku harus mati untuk dicintai? Jika memang seperti itu tolong percepat kematianku Tuhan. ***** "Dasar bajingan! Karena kakak gak bisa nyentuh kak Raisa kini kakak lampiasin ke aku?! Gak bisa main sama kakaknya terus asal main sama adiknya gitu? Wah hebat banget kamu." Raina tertawa sumbang dengan air mata yang semakin deras. "Kenapa diem? Udah gak mau ngelanjutin?" tanya Raina dengan sorot mata jelas jika gadis itu tersakiti. Dirga merendahkan tubuhnya, menjajarkan kepalanya di depan kepala Raina. "Emang. Lo emang cuma gue buat pelampiasan nafsu doang. Dan lo salah besar kalo mikir gue gak akan lanjut kegiatan ini," jawab Dirga dengan suara rendah. Tentu saja Raina terkejut tidak menyangka jika Dirga akan menjawab seperti itu. Kini dirinya benar-benar dalam bahaya. Dirga bangkit dari menindih tubuh Raina. Cowok itu dengan cepat melepas seragam sekolahnya membuat tubuh bagian atasnya telanjang. Dengan terburu Dirga menindih lagi tubuh Raina agar gadis itu tak kabur. "Kita lanjut yang tadi."
All Rights Reserved
#475
cupu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • ALEZRA (Thank you for coming)
  • Arunika
  • Beautiful Girl [END]
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Trasmigrasi Queenzee
  • COMPLICATED
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • SANA

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines