One Day
  • WpView
    Reads 425
  • WpVote
    Mga Boto 58
  • WpPart
    Mga Parte 12
WpMetadataReadKumpleto Wed, Oct 28, 2020
WpInfo
NON-FICTION
"Hujan tak pernah tau untuk apa ia jatuh. Tapi air mata selalu tau untuk siapa ia jatuh." Seorang gadis cantik menuruni anak tangga,Ia terusik dari tidurnya sebab keributan yang berasal dari ruang tamu. Ia hanya memandangi pemandangan yang ada di depannya dengan mata yang ingin menahan tangis, Ya! itu adalah keluarganya yang sedang bercanda dan tertawa bersama, Entahlah apakah mereka menganggap gadis itu bagian dari mereka?. Gadis itu sangat menginginkan berada di tengah tengah keluarganya, tapi apakah dia pantas berada di antara mereka,sedangkan tak ada orang yang mengharapkan kehadirannya? Gadis itu memegang dadanya yang mulai terasa sesak, Kini air mata yang dia tahan sudah berkumpul di pelupuk matanya. Kini ia memutuskan untuk kembali ke kamar nya dan berharap semoga penderitaan yang ia alami segera berakhir..
All Rights Reserved
#791
home
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Different [END]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • FIZYA
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓
  • 7 Seconds
  • Far From Home [TERBIT]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman