AKU DAN DIA DIKALA SENJA (ON GOING)

AKU DAN DIA DIKALA SENJA (ON GOING)

  • WpView
    Reads 1,009
  • WpVote
    Votes 219
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 25, 2020
Aku dan Dia Dikala Senja adalah kisah kedekatan antara Gerhana dan Bulan. Keduanya menyukai keindahan semesta, membicarakan hal-hal indah dengan pertanyaan dan pernyataan yang ramah. Gerhana dengan sikapnya yang dingin namun lembut dan Bulan dengan karakternya yang ambisius dan perhatian. Apakah semesta merestui keduanya? Cerita bersambung, entah kapan tamatnya.
All Rights Reserved
#354
populer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awan Abu-Abu [END]
  • Buku : Bumi untuk Kumara (Selesai)
  • || Study For You || End ✔
  • Catatan Tentang Hujan
  • Cahaya Fajar [SELESAI] ✔️
  • AKSARA BIANGLALA (On Going)
  • SUN and MOON
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni

More details
WpActionLinkContent Guidelines