Pelita angin

Pelita angin

  • WpView
    LECTURAS 272
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 29, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Hembusan nafas yang terasa berat baru saja dikeluarkan oleh gadis itu. Nafas nya terasa tercekat karena mendengar berita yang disampaikan oleh Ibu panti nya. '' Saya tahu mata saya memang buta tapi bukan berarti karena kelemahan saya itu bisa membuat orang lain susah dan mengasihani saya. Tuhan tidak perlu membuat saya bisa melihat lagi, dengan membuat orang terdekat saya bahagia itu sudah lebih dari cukup ''. Laki-laki itu masih mendengarkan perkataan perempuan yang sedang membelakangi nya. '' Saya tidak munafik, saya akui juga ingin sembuh dari kebutaan ini. Tapi tuhan masih belum memberikan hal itu kepada saya. '' dengan nada yang lembut dan sendu. '' Apapun yang terjadi Panti Asuhan ini tidak akan digusur! . '' Milka berusaha meredam amarah nya. '' Beri tahu kepada Tuan kalian Panti Asuhan Pelita Angin tidak akan pernah digusur oleh siapapun, hanya itu yang akan terjadi. Sekarang kalian pergi dan sampaikan pesan itu kepada Tuan kalian. '' ****** '' Gue kan udah bilang panti asuhan itu harus tetap digusur!!! . Apapun yang terjadi Proyek Rumah Sakit yang harus gue bangun itu harus dibangun di tanah Panti Asuhan Pelita Angin. '' Sambil memarahi anak buah nya di ponsel yang ia gunakan dan langsung menutup panggilan ponsel nya sambil membuang nafas kasar. " Gue Serkan Almeraldi Haidar selalu ngedapetin apa yang di mau termasuk hal ini. '' Sambil menunjukkan senyum smirk nya. " Liat aja nanti kalian sendiri yang bakal nyerahin panti asuhan itu. "
Todos los derechos reservados
#46
fattahsyach
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • hanya untuk bunda
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Perihal Sandwich(End)
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • GEVRONZ
  • Amor Almira
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Naomi Life's Story
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML

"Gak usah sok suci deh, lo itu J***NG TAU GAK" teriak azzam keras, setetes air mata mengalir dari mata liyya, mendengar teriakan azzam yang begitu menusuk "gue kira bocah polos kayak lo tu emang beneran tulus, tapi ternyata gue salah, lo udah manfaatin muka polos lo itu buat nge bodohin gue IYA" belum sempat liyya menjawab azzam sudah kembali meradang. "Lo gak mau sama gue karena gue belum Kaya kan, jadi lo gak bisa foya foya kalau sama gue, dan lo malah sama om om itu supaya lo bisa punya banyak duit" sentak azzam keras, tanpa memperdulikan tatapan anak anak seisi kelas ipa 1, yang menatap azzam syok, apalagi mendengar teriakannya Mereka gak nyangka kulkas 7 pintu seperti azzam bisa banyak bicara kayak gitu "Lo gak mau pacaran sama gue bilangnya lo takut dosa tapi apa, LO MALAH SAMA OM OM ITU, NGAKU LO DIBAYAR BERAPA LO, BUAT BISA MUASIN MEREKA, JAWAB" suara azzam menggema, tak ada yang berani bersuara, semua takut jika azzam sudah mengamuk, bahkan ada yang berlari keluar kelas karena takut. Sedangkan liyya, air mata terus mengalir dari matanya, tanpa memperdulikan apapun liyya menghapus air mata kasar dan beranjak berlari pergi dari kelas. . . . Saat kalian bertanya siapa yang paling ku cinta di dunia ini? Jawabannya adalah bunda Dia bundaku.... Ya aku sangat menyayanginya dari dunia dan seisinya, aku hanya ingin, firman Allah yang kuhafal hari ini, kemarin dan esok, akan mengantarkannya kepada pintu syurga, ingin rasanya aku memasangkan mahkota hafalanku dikepalanya aku hanya ingin tetap bersamanya di dunia dan akhirat, aku hanya ingin melakukan setidaknya aku membalas satu persen dari yang dia lakukan untukku, meski hanya satu persen , aku tak mau memperosokkan dia kedalam jurang jahannam. maka izinkanlah kelak aku memasangkan mahkota ini di akhirat dan di dunia, meskipun kapan waktunya, aku akan berusaha

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido