Logophilive

Logophilive

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2020
"Secara matematika, mesin waktu dapat terjadi ...," sejenak ia bergeming, raut wajahnya berubah sendu kemudian jatuh dalam pelukanku. Baru kali ini aku melihat ketakutan yang amat sangat darinya. "Seandainya sendari dulu aku--" ia memotong kalimatnya sendiri, badannya masih gemetaran, aku mengelus puncak kepalanya seperti yang ia biasa lakukan padaku saat aku ketakutan. Kemudian dengan lembut kubisikkan 'tidak apa-apa' meskipun sebenarnya ujung mataku juga memanas dan mungkin sudah berair. "Juan, mungkin ini terlambat mungkin juga terdengar konyol. Namun, percayalah saya senang pernah hadir di kehidupanmu. Meskipun hanya sebagai adik," sejenak bibirku terasa kelu setelah menyatakan kalimat terakhir. Dengan susah payah aku menguatkan hati kemudian kembali berujar, "Tetaplah hidup untukku Juan Alaska." #101dayskampusawanchallenge Sience: 01-08-2020
All Rights Reserved
#2
phileseries
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Favorite Gama (Tamat)
  • EUNOIA DALAM SUNYA (on Going)
  • ARISE
  • I'm Fine ( End ) | [ Terbit ]
  • Adira
  • REMBULAN ¦ Renjun NCT[✔]
  • The Villain Twins [END][KUBACA]
  • Free Lady : Alternis Time
  • REMINISCENCE
  • ALLASSO (END)

Update setiap hari!!! Young Adult Story!!! FOLLOW DULU SEBELUM BACA JANGAN JADI PLAGIAT, DOSA. Warning 17+ (Yang belum cukup umur mundur woi. Adult bukan melulu karena ada adegan skidipapap-nya. Di dalam cerita ini banyak sekali orang bertengkar, marah-marah, kata-kata kasar. Jadi untuk yang emosinya kurang stabil menjauh.) *** Who tastes better Will give another level of heaven Kalau Jalesveva Alfa sang unfortunate yang sudah pasti ahli dalam kesialan, Gama Bhayangkara adalah yang paling nyaris tidak pernah sial. Mereka yang bertentangan, harusnya tidak perlu bersatu untuk membuat dunia bingung apa yang sedang terjadi, bukan? Namun, berpikir apa sih, Gama? Kok bisa tiba-tiba ngajakin Jales jadian? Bahkan sampai tinggal bareng pula. Jales cantik sih, tetapi "sial"nya itu lho yang bisa saja menular. Tunggu dulu, jangan-jangan Gama adalah kesialan Jales selanjutnya? Atau, Jales adalah keberuntungan Gama yang lain? *** Gama mendorong pundak Jales hingga gadis itu tersentak mundur, berkali-kali hingga Jales terpojokkan. Sebuah senyum miring Gama berikan tajam-tajam. "Lo ngerusak kesenangan gue dan lo harus gantiin mereka nyenengin gue." "Gama ... maaf." Suara Jales benar-benar ketakutan. "Bayar gue, semuanya." "Tapi, Jales kan nggak--" "Kalo nggak mampu, nggak usah sok mau pergi." Sudah, cukup. Kalau diteruskan, Jales akan mendengar banyak kalimat yang lebih menyakitkan dari ini. "Sekarang, tidur." **Cerita ini untuk memperingati ultah grup nulis KSGK. Jadi, update setiap hari bisa lebih dari satu chapter untuk 30 hari ke depan. Yang artinya akan selesai pada 30 Oktober 2020 sejak di publish pertama kali tanggal 30 September 2020.

More details
WpActionLinkContent Guidelines