She Is So Lovely

She Is So Lovely

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 1, 2020
Dan sewaktu Ibu Mauren membalikan badannya untuk merapikan rambut, bahunya bergerak mengikuti tangannya yang mengikat rambut. Aldi melemparkan pandangan ke arah kerumunan di depannya. Dia masih ingat pemandangan di sampingnya, antingnya yang menggantung menyentuh leher, di lehernya yang jenjang dan .... Ibu Mauren memegang gitar, That's it, my boss. She is....
All Rights Reserved
#502
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Hearts Collide
  • Accidentally Soulmate
  • Sudden Love (End)
  • SECRETARY HUSBAND (COMPLETED)
  • My Big Boss
  • [SS] Touch the Cold Boss [On Going New Version]
  • Because You..
  • Mr. Right For Now

Sebagai salah satu staf paling teliti dan andal di Luminous Jewelry, anak perusahaan terkemuka dari The Gold Diamond Group. Kanina selalu menjalankan tugasnya tanpa cela. Kariernya stabil, hidupnya tenang, dan yang terpenting: dia jauh dari segala bentuk drama romansa kantor yang memusingkan. At least, that's what she thought. Semua berubah ketika ia melenggang memasuki ruangan tertinggi di kantor, ruangan milik Arzeno Kaivandra Yudistira. Sang Presiden Direktur. CEO muda penuh kharisma, tampan, dan... notoriously single. Sosok yang selalu menjadi perbincangan hangat di setiap sudut kantor, dan diam-diam, sumber kekacauan emosional bagi banyak wanita di Luminous. Tapi hari itu, Zeno-begitu semua orang memanggilnya-tidak memanggil Kanina untuk urusan pekerjaan. Kalimat yang keluar dari mulut pria itu sukses menghentikan denyut waktu. "Besok malam saya akan datang ke rumah kamu... untuk melamar." It was not a question. It was a declaration. Dan seketika, hidup Kanina yang tenang berubah menjadi medan tabrakan dua hati, penuh rahasia masa lalu, konflik internal, dan perasaan-perasaan yang terlalu sulit untuk diabaikan. Sebab cinta kadang datang... bukan dengan pertanyaan. Tapi dengan keputusan.*

More details
WpActionLinkContent Guidelines