Story cover for SUPERNOVA: Raven by Rahman_q
SUPERNOVA: Raven
  • WpView
    MGA BUMASA 73
  • WpVote
    Mga Boto 13
  • WpPart
    Mga Parte 13
  • WpView
    MGA BUMASA 73
  • WpVote
    Mga Boto 13
  • WpPart
    Mga Parte 13
Ongoing, Unang na-publish Jul 29, 2020
Peluru yang dapat membuat seseorang menjadi batu, Belati yang mampu menembus Tank, dan Zirah yang tahan akan nuklir. Itu semua tidak mustahil bagi pasukan penjaga perdamamaian dunia, Supernova.

Negara Aproud tempat dilahirkan dan dibesarkannya tentara elit Supernova kini terpaksa mengotori julukan "tidak terkalahkan" mereka karena sekarang tiga kota di Aproud telah berhasil ditaklukan. Mereka akan berjuang untuk kebebasan dengan rasa malu.
All Rights Reserved
Sign up to add SUPERNOVA: Raven to your library and receive updates
o
#908fiksiilmiah
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell) ni alfariks
4 mga parte Ongoing Mature
Tujuh puluh tahun yang lalu, dunia seperti yang dikenal manusia hancur seketika. Sebuah meteorit raksasa menghantam bumi pada tahun 2017, menelan lebih dari setengah populasi manusia dalam kobaran api dan kehancuran. Namun, dari reruntuhan itu, lahir sesuatu yang tak terduga-tujuh batu kristal sakti yang menyimpan kekuatan di luar nalar manusia. Bersamaan dengan munculnya batu-batu misterius itu, dunia yang selama ini tersembunyi mulai memperlihatkan dirinya. Ras-ras lain seperti Ligeria, Arzi, dan Farman, yang selama ini bersembunyi di balik realitas manusia, akhirnya muncul ke permukaan. Namun, pertemuan ini bukannya membawa kedamaian, melainkan awal dari perang yang lebih besar. Farman, ras yang paling ambisius, mulai menaklukkan dunia dengan cara kejam, memperbudak ras lain, dan merebut wilayah yang bukan milik mereka. Di tengah peperangan yang berkecamuk, Raja William Thinkler dari kaum Arzi berusaha menjadi perisai terakhir bagi perdamaian. Namun, takdir berkata lain-ia gugur di medan perang, meninggalkan sumpah yang akan menggema sepanjang zaman. "Hari ini bukanlah akhir, hanya bayangan dari fajar yang belum nyata..." "Saat kelam merangkak mundur, tertimpa cahaya senja yang enggan padam." "Dimana Pantang menyerah masih akan berdiri, di atas ragawi dosa dosa." "Sebilah besi akan terangkat tanpa amarah, dan dari gemuruh pertempuran, suara kedamaian pun terlahirkan." Sebuah janji tertinggal di antara kehancuran, sebuah harapan yang menunggu untuk ditepati. Perang ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah yang lebih besar-sebuah perjalanan yang akan menentukan nasib dunia yang baru.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
TIREYA cover
Cemoro Geni [TAMAT] cover
THE CHOSEN (TAMAT) cover
The Fortless cover
Avenir [REPUBLISH] cover
Bangkitnya Sang Penjaga Untuk Memulihkan Alam Yang Hilang [END] cover
Bad & Crazy School cover
DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell) cover
RavAges cover
[End] Nightfall cover

TIREYA

48 parte Ongoing

JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR SEBELUM MEMBACA. OK Leee~... Up tidak menentu, pantengin aja. Jangan lupa masukkan dalam perpustakaan mu agar dapat pemberitahuan ( ͡°⁄ ⁄ ͜⁄ ⁄ʖ⁄ ⁄ ͡°) HAPPY READING GUYS! "Jika aku bisa mengulang waktu, tidak akan aku mau mengenalmu. Tidak akan ku biarkan diriku tersakiti olehmu" -Tireya- Kisah tentang seorang wanita beranak 1 yang mengalami nasib sial, sampai ditinggalkan oleh suami dan anak perempuannya. Ciitttt... Brukk... "Arggh" Tubuh rapuh itu menabrak tembok rumah tetangga, lalu terjatuh di tanah. 'Seandainya aku tidak pernah mengenalnya... seandainya" *** "Akkhh" Seorang gadis kecil terbangun dari mimpi buruknya, dengan napas memburu. "Apa? Aku hanya mimpi buruk?" "Tidak! Mimpi buruk tidak menyusutkan badan bukan? Apa aku masih berada di dunia mimpi? Ssstt, tapi cubitan ini terasa sakit. Jadi ini bukan mimpi?Aku kembali menjadi seorang anak kecil?" pekik anak itu sambil mencoba mencubit dirinya sendiri, lalu meringis karenanya. Ia melihat tampilan dirinya dari cermin. "Wah, ini gila. Tidak, aku rasa aku yang telah menjadi gila" *** Halo Readers ini adalah karya pertamaku, semoga kalian menyukainya ya. Salam Hangat : Lilac~