HONNEYLIN

HONNEYLIN

  • WpView
    Reads 1,140
  • WpVote
    Votes 856
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 16, 2020
WpInfo
Fiction
Mystery
●FOLLOW SEBELUM MEMBACA● - Budayakan menghargai karya orang dengan Votmen - Seorang 'malaikat kecil' yang hidup dengan tujuan pembalasan dendam kedua orang tuanya yang telah dikhianati oleh sahabatnya sendiri. Ditinggal oleh kedua orang tuanya dan merupakan anak tunggal membuatnya harus menyusun kembali hidupnya yang telah hancur. Bertemu dengan dua orang yang telah diamanahkan oleh orang tuanya untuk menjaga dirinya mampu membuat dia masih merasakan kehidupan sampai sekarang. Dikhianati sudah menjadi hal biasa bagi dirinya. Kehidupan yang dipenuhi dengan hama yang selalu berpura pura menjadi orang baik tentu menjadi santapannya setiap hari. "Ada apa? Kenapa kau melakukannya?" "Tidakkk. Gw terpaksa!" "Bohong! Lo pembohong" Penasaran? Lansung aja baca ceritanya. Apalagi buat kamu yg suka sama cerita bergenre horor+misteri+balas dendam+pembunuhan dan jg jiwa jiwa psiko, sangat cocok dgn cerita ini.
All Rights Reserved
#125
darah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • Thirteen Grooms And The 'Secret' Bride [CH]
  • the devil my husband
  • " 𝑺𝒌𝒚-𝑹𝒂𝒊𝒏 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒆𝒔 𝑨𝒏𝒅 "
  • THE PASSWORD ASSASSIN
  • 🄸🄽🄳🄾 🅈🄾🅄'🅁🄴 🄼🄸🄽🄴 {Tamat}
  • 𝔄𝔰𝔥𝔢𝔰 𝔬𝔣 𝔱𝔥𝔢 𝔉𝔞𝔩𝔩𝔢𝔫
  • Antara Cinta Atau Balas Dendam
  • CRIME BULLYING (Lengkap)

Kebencian, trauma, dan kesedihan yang mendalam itulah yang memicu dan menjadikan dirinya seperti seorang monster. Tak taukah kau, mulutmu itu begitu tajam ketika kau memakinya dengan seenak hatimu hingga membuatnya semakin hancur? Dia kesakitan, sedih, marah, kecewa, depresi dan trauma lantaran penyiksaan demi penyiksaan yang menyakitkan, penghianatan cinta yang tragis, hinaan cercaan makian yang menyayat hati, bahkan pemerkosaan begitu mengerikan yang telah merengut secercah harapanya untuk hidup bahagia. Tidakkah kau dengarkan tangisan pilunya? Tidakkah kau dengarkan teriakanya yang menyayat hati itu? Atau kau pura pura tuli karena keegoisanmu? Bagaimana bisa kau tertawa dan mencerca, dan menghakiminya selayaknya manusia hina tanpa sudi mengenal dan mengetahui apa yang terjadi padanya. Kau pikir kau siapa? "Dia monster kamar 23, dan dia pembunuh"

More details
WpActionLinkContent Guidelines