She is . . .

She is . . .

  • WpView
    LECTURAS 999,723
  • WpVote
    Votos 20,084
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadConcluida mié, feb 24, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
"nggak apa-apa pak, saya kan sudah bilang kalau saya terbiasa di repotkan" Anin tersenyum dan Azka juga tersenyum atas candaan Anin. Senyum yang membuat Azka ingin masuk lagi kedalam rumah itu. "terimakasih untuk makan malamnya" Anin hanya mengangguk "boleh lain kali saya main lagi kesini" dan lagi-lagi Anin hanya mengangguk, menatap jari-jari kakinya yang sengaja di gerak-gerakannya "boleh saya cium kamu" Anin mengangguk, dan dengan begitu Azka memajukan tubuhnya, memegang bahu Anin untuk meminta perhatian gadis itu, Anin yang tentu saja kaget dengan tindakan itu, menatap Azka dengan pandangan heran, berikutnya mata bulatnya melebar setelah tindakan Azka yang menyatukan bibir mereka seperkian detik. "selamat malam"
Todos los derechos reservados
#509
end
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BTTH : The Fallen Genius
  • ArKa (End)
  • Apparently not the last
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Misunderstanding
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Not Me & Not Mine

"Ayah, apakah kamu memanggilku?" Xiao Yan berdiri di pintu ruang resepsi, menatap ayahnya. Xiao Zhan hendak berbicara ketika Nalan Yanran tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, menatap Xiao Yan dengan takjub. "Kamu... kamu Xiao Yan?!" "Siapa kamu?" Xiao Yan menatap wanita muda yang agak akrab itu, dengan lembut mengetuk dagunya saat dia berpikir sejenak. Kemudian, matanya melebar saat dia menunjuknya. "Pecinta kuliner kecil!!!" "Siapa pecinta kuliner kecil itu?!!" Setelah mendengar kata-kata Xiao Yan, wajah Nalan Yanran segera berubah merah terang, penuh rasa malu dan marah. Dan pada saat ini, semua orang di dalam dan di luar ruang resepsi dibiarkan tercengang. Melihat ini... apakah kedua anak muda ini saling mengenal? Sama seperti semua orang dipenuhi dengan keraguan, kemerahan di wajah Nalan Yanran memudar, dan ekspresinya berubah sangat serius. Dia berbalik ke arah Xiao Zhan, menangkupkan tinjunya, dan berbicara dengan tegas. "Paman! Yanran datang hari ini hanya dengan satu tujuan!" Setelah mendengar kata-kata Nalan Yanran, Ge Ye segera bereaksi, menandakan para pelayan untuk membawa maju pil obat yang telah disiapkan sebelumnya sebagai permintaan maaf, sementara juga siap untuk melangkah untuk membantu. Tapi kata-kata berikutnya dari Nalan Yanran meninggalkannya membeku di tempat. "Saya berharap untuk segera menikah dengan keluarga Xiao! Sekarang juga!" ??? Dalam sekejap, seluruh ruang resepsi jatuh ke dalam keheningan. Wajah Ge Ye penuh kebingungan saat dia menatap kosong ke arah Nalan Yanran. Nyonya Muda? Bukankah dia di sini untuk membatalkan pertunangan? Bagaimana bisa berubah menjadi lamaran pernikahan???

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido