SUFFERING

SUFFERING

  • WpView
    Reads 86,835
  • WpVote
    Votes 4,799
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 4, 2021
Aku sudah terbiasa dengan Keadaan sekarang. Sendiri. Tak ada teman, Sahabat,Saudara,keluarga sudah lenyap bagai di telan bumi. Sampai, Bahagia pun tak mau menghampiri ku walau sejenak saja, Aku ingin merasakan nya!! Aku Juga harus bekerja keras untuk aku makan Dan Sekolah. Aku yakin suatu saat aku akan bahagia walau tak tau kapan dan dimana.-Semua Indah pada waktunya- Aku Wanita Tegarr!! ya Aku harus Kuat! 1 impian yang gak bisa aku gapai sampai sekarang, dapat kebahagian! -Anggilia Permata Alexander. _____________________ Seorang Gadis Yang di usir oleh keluarga nya karena kesalahan pahaman belaka. Ia juga harus pindah kota untuk melupakan Masa lalu yang kejam bagi nya! Ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. ____________________ bagaimana kelanjutan nya?? Langsung Capcus Baca Aja.
All Rights Reserved
#6
clasic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Sebuah Rasa
  • Raina Maramitha
  •  ANATHA
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Hopeless
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Different [END]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines