SUFFERING

SUFFERING

  • WpView
    Reads 86,863
  • WpVote
    Votes 4,799
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 4, 2021
Aku sudah terbiasa dengan Keadaan sekarang. Sendiri. Tak ada teman, Sahabat,Saudara,keluarga sudah lenyap bagai di telan bumi. Sampai, Bahagia pun tak mau menghampiri ku walau sejenak saja, Aku ingin merasakan nya!! Aku Juga harus bekerja keras untuk aku makan Dan Sekolah. Aku yakin suatu saat aku akan bahagia walau tak tau kapan dan dimana.-Semua Indah pada waktunya- Aku Wanita Tegarr!! ya Aku harus Kuat! 1 impian yang gak bisa aku gapai sampai sekarang, dapat kebahagian! -Anggilia Permata Alexander. _____________________ Seorang Gadis Yang di usir oleh keluarga nya karena kesalahan pahaman belaka. Ia juga harus pindah kota untuk melupakan Masa lalu yang kejam bagi nya! Ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. ____________________ bagaimana kelanjutan nya?? Langsung Capcus Baca Aja.
All Rights Reserved
#6
suffering
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • Raina Maramitha
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Breathe
  • Tanpa Rasa (TAHAP REVISI)
  • Husband In Second Life ✓
  • ABLUVION {COMPLETED}
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines