{sebelum membaca, alangkah baik nya kalian semua follow dulu akun wattpad aku ya😉😀}
----------------
"WOY ATLAS, MAJU SINI LO. GUE KAGAK TAKUT." Teriak Daun dari balkon kelas IPS.
"Heh, Daun Rendang!-
"Ssttt, Rindang coy!" Sela Yupiter
"iya itu maksud gua ah. APA LO, SINI KALO BERANI!" Sahut Atlas dari balkon kelas IPA.
"GELUD YU AH." Daun mulai emosi dan langsung mengambil ancang ancang untuk lompat ke balkon kelas IPA.
"AYO GASSKEUNN." Sahut Atlas berapi api.
Sementara teman teman mereka, hanya bisa menyaksikan pergulatan mereka dengan lelah. Sudah sering sih. Tapi mau gimana lagi? Sama sama batu kalo di bilangin.
***
Daun Permata.
Daun itu orangnya humble. Cantik? Iya dong. Semua cowok juga terpikat sama dia. Tajir? Oh pasti, Rumahnya aja Segede Pluto. Baik? Oh itu jangan di ragukan. Dia baik sekali kepada kartun kesayangan nya, Ochobot dan Boboiboy.
Kurang apalagi coba? Yaaa meskipun belum move on dari mantan sih.
Namun, hobi Daun dan Atlas yang selalu berantem itu, perlahan lahan terhenti karena adanya sesuatu yg harus di pecahkan oleh Daun dan juga teman temannya. Tapi apakah itu?
Siap untuk menelusuri kisah Daun dan juga Atlas?
----------------------
-Cerita ini mengandung Kata kata kasar. Tapi nggak kasar kasar amat kok. Nggak kek dia gtu:v tapi tetaplah, Mohon bijak Dalam membaca yeee😉
-buat yang jomblo jangan baper, apelagi kejang kejang melihat perdebatan Daun sama Atlas oke😉😀
Cerita ini juga real asli dari pemikiran aku sendiri. So, jika Ada nama, tempat, latar yang sama atau semacamnya itu hanya kebetulan yang tidak di sengaja.
JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️
🌥️🌥️🌥️
Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan.
Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun.
Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya.
Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata
"Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu."
Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu.
Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap.
Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda.
***********
Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi.
Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini.
Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️
NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️