Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Better Than Me

Better Than Me

  • WpView
    Membaca 33
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 4, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ini bukan pertama kalinya Irisviel menyatakan perasaannya terlebih dahulu kepada lawan jenisnya. Tapi ini pertama kalinya perasaannya dibalas. Walaupun dalam tenggat waktu yang lumayan lama untuk membalas ucapan akan perasaannya. Dan juga ia mengatakan tentang rasa yang ia miliki kepada lawan jenisnya, bukan tuntutan untuk dibalas, hanya ingin memberitahukan. Dan jelas pasti akan ada kemungkinan-kemungkinan buruk dan banyak resiko. Yang Irisviel lakukan hanyalah, mencoba menyatakan tanpa paksaan akan balasan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DANADYAKSA
  • PESAN TERAKHIR
  • Suami Satu Semester (SUDAH TERBIT)
  • FIX YOU [TERBIT]
  • SHETAN
  •   Kita Beda
  • DOSENKU HOT SUGAR DADDY
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • KKN; Where Were We Before? 1 (True Story)

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan