We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Love Lies

Love Lies

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 30, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak ada yang menjamin dalam kehidupan yang nantinya akan bahagia atau malah sebaliknya. Menjadi netral bahkan cenderung tidak peduli pada dunia sekitar, membuat wanita manis bernama akrab Ana itu adalah suatu pilihan tepat baginya. Yang terpenting adalah dirinya dan hanya dirinya seorang. mencintai diri sendiri itu lebih baik, tidak tersakiti ataupun menyakiti. Keegoisan bermula pada pengalaman hidupnya. Apakah nantinya ia akan mulai tersadar sendiri atau bahkan mungkin ada yang berhasil menyadarkan nya. Sosok pria yang ia ceritakan pada salah satu novelnya, apakah itu mungkin pada dunia nyata? Berharap suatu hari nanti ada yang menariknya keluar dari zona membosankan itu.
All Rights Reserved
#6
lovelies
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Benang Hati Sang Kriminal
  • Fingerprint (Dangerous)✅
  • Just Friends✔
  • SENJA & JINGGA
  • Amor Almira
  • Tentang Dia Buku Kedua, Novel Sudah Ready
  • Stolen Before Fallen
  • Jatuh Hati

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines