Story cover for HELLO MONSTER (End)  by MenaVia1
HELLO MONSTER (End)
  • WpView
    LECTURAS 57,314
  • WpVote
    Votos 5,859
  • WpPart
    Partes 43
  • WpView
    LECTURAS 57,314
  • WpVote
    Votos 5,859
  • WpPart
    Partes 43
Continúa, Has publicado jul 30, 2020
Sudah lama tidak bertemu denganmu," ujar pria beriris mata tajam terseyum hangat pada wanita yang berdiri dua langkah di depannya.

"Apa kau merindukanku seperti aku merindukanmu?" lagi-lagi pria itu bersuara dengan penuh pengharapan di sana. 

Namun wanita itu hanya diam, dengan tangan gemetaran, dan mata yang berkaca-kaca. Apalagi ketika laki-laki itu maju satu langkah kedepannya.

"Sepertinya kau sangat merindukan aku bunny, aku bisa melihatnya di matamu. Lihatlah kekasihmu kembali," ucap pria itu menyentuh wajah Hana dan perlahan buliran bening itu jatuh begitu saja. Hingga membuat laki-laki itu memeluknya.

"kau siapa?" akhirnya Hana mengeluarkan suaranya walaupun ia kelihatan sangat gugup sekarang.

"Kata-katamu barusan menyakitiku, apakah aku harus memanggilmu im Nayeon, baru kau mengenalku? " bisiknya di telinga gadis itu.

Tubuh Hana terasa lemas, ketika laki-laki itu mengusap punggungnya lembut penuh kasih sayang, bukan rasa nyaman yang ia rasakan melainkan rasa takut yang tak tertahan.

"Waktu mainmu sudah habis bunny, saatnya untuk kembali padaku."
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir HELLO MONSTER (End) a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#521kejam
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️ de evenrose95
39 partes Continúa
‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.
Story Of The Past [Complete] ✅ de WiFam_Fanfiction
19 partes Concluida
Story Of The Past (Chapter) Story By : ©ASRS_285 "Selama puluhan tahun aku di sekolah ini, aku hanya menunggumu kembali... " "Ini sangat membingungkan!! Hei!! Tunggu aku!! Jangan pergi!! " *** "Kau membuat dia menginginkan kebebasan. " Lagi, yeoja itu mengatakan kalimat itu. Sebenarnya siapa yeoja ini ? Kenapa yeoja ini mengatakan hal itu padanya ? "Perlukah kita berkenalan lagi ? Baiklah, perkenalkan, namaku Kim Hyun Ah. " kata Hyuna sambil menyunggingkan senyumannya. "Selamat datang 'kembali, Kim Joo Hyun." kata Hyuna sambil menatap Seohyun dengan tatapan dinginnya. Seohyun membelalakkan matanya saat melihat seragam putih yang Hyuna kenakan perlahan-lahan menjadi berwarna merah. Bau amis pun seketika dapat Seohyun cium, Seohyun menjadi ketakutan saat kulit Hyuna yang semula putih mulus menjadi melepuh. Bola mata indah milik Hyuna membelalak keluar, tak hanya bau amis saja yang Seohyun cium. Namun bau busuk yang berasal dari tubuh Hyuna lah yang lebih mendominasi. Seohyun ingin berteriak meminta tolong, namun entah kenapa lidahnya terasa begitu kelu untuk berucap. Hyuna tertawa melihat Seohyun yang sangat ketakutan, namun sedetik kemudian, ia menatap Seohyun dengan tajam. "Kau sudah aku binasakan. Beraninya kau kembali. " kata Hyuna dengan tatapan tajamnya. *** Setelah sampai di sebuah pintu yang di maksud wanita tua tadi, aku hendak membalikkan badanku ke belakang saat ada seseorang yang memanggilku. "Seohyun... " Namun, aku langsung mengingat perkataan wanita tua tadi. "...masuklah dan jangan melihat ke belakang atau kau akan celaka." Dengan gerak yang terburu-buru, aku pun langsung memasuki pintu itu. Namun, saat aku sudah masuk, aku masih bisa mendengar suara tawa mengerikan dari orang yang memanggilku tadi. Hingga sesaat kemudian, semuanya kembali menjadi gelap. Dan entah kenapa kesadaranku pun perlahan menghilang.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
kakak tingkat cover
MASTER ON THE BED  cover
Spoiled Boyfriend [SLOW UP] cover
Serendipity cover
My Wild Boyfriend l Full Mature cover
𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️ cover
Story Of The Past [Complete] ✅ cover
Lord One Heart 👑 cover
Melophobia [Sehun EXO Imagine] cover
She is Mine cover

kakak tingkat

61 partes Concluida

Sedang di refisi ulang 💪👍🥰 Mohon maaf masih berantakan 🙏🙏 (Cerita sudah selesai) Bahasa non baku Nayeon : kalo lo gak suka sama gue. harusnya dari dulu lo gak usah kasih harapan, Kak. mungkin emang salah gue, gue terlalu bawa perasaan sama orang yang hanya jadiin gue sebagai pelampiasan. Oh sehun : Lupain Chanyeol kalo lo udah bener-bener kecewa sama dia. Park chanyeol : Gue munafik, Eon, ternyata gue mencintai lo.