Babalik

Babalik

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 3, 2020
Kadang aku menemukan sosok lain dalam diri saat aku sedang mengalami luapan emosi. Seperti ada anomali yang selama ini aku hindarkan, aku yang tak pandai merangkai kata, tiba - tiba selalu ada saja yang ingin aku utarakan melalui tulisan. Aku yang tidak pernah bercerita mengenai apa yang pernah aku alami hingga seperti ini. Aku hanya diam, bungkam di depan semua orang. Namun aku percaya bahwa semua akan membaik jika semua emosi diurai menjadi sebuah tulisan. Butuh waktu untuk dewasa, bijak tidak selalu memandang umur. Selalu ada proses yang harus dilalui untuk tumbuh. Happy reading.. This is my Journey~
All Rights Reserved
#8
selfcare
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Cinta Tapi Cinta?
  • ON REMEMBERING
  • Mengalami Lompatan Waktu dan Menjadi Orang Lain (END)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • THE REBIRTH OF THE YOUNGEST
  • Rumah Tujuh Pintu [Boboiboy Elemental]
  • Breathe
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines