Story cover for Babalik by Shefora
Babalik
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 30, 2020
Kadang aku menemukan sosok lain dalam diri saat aku sedang mengalami luapan emosi. Seperti ada anomali yang selama ini aku hindarkan, aku yang tak pandai merangkai kata, tiba - tiba selalu ada saja yang ingin aku utarakan melalui tulisan. Aku yang tidak pernah bercerita mengenai apa yang pernah aku alami hingga seperti ini. Aku hanya diam, bungkam di depan semua orang. Namun aku percaya bahwa semua akan membaik jika semua emosi diurai menjadi sebuah tulisan.

Butuh waktu untuk dewasa, bijak tidak selalu memandang umur. 
Selalu ada proses yang harus dilalui untuk tumbuh. Happy reading..

 This is my Journey~
All Rights Reserved
Sign up to add Babalik to your library and receive updates
or
#471moveon
Content Guidelines
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
RUMAH tanpa pintu  by diandlyne
36 parts Ongoing
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
You may also like
Slide 1 of 9
Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎ cover
ON REMEMBERING cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
THE REBIRTH OF THE YOUNGEST  cover
Hopeless cover
SELEPAS KAU PERGI (END) cover
TIME will TELL {On Going} cover
RUMAH tanpa pintu  cover
Cinta Tapi Cinta? cover

Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎

25 parts Ongoing Mature

⚠️ DILARANG MENYALIN CERITAKU❗️ - Aku tumbuh dalam dunia yang sejak awal terasa pincang-tanpa sosok ayah, tanpa genggaman tangan yang menuntunku melewati masa kecil yang seharusnya hangat. Yang ada hanya keheningan, pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah mendapat jawaban, dan ruang kosong yang tak bisa diisi oleh siapa pun. Hidup mengajarkanku untuk menjadi kuat bahkan sebelum aku tahu arti kekuatan itu. Aku melihat ibuku berjuang sendirian, matanya menyimpan luka yang tak ia ceritakan, sementara aku belajar memahami kesedihan dalam diam. Aku tumbuh dengan beban yang tak seharusnya kupikul, memendam semua yang sakit, dan melangkah dengan luka yang tak terlihat. Ini bukan sekadar kisah tentang kehilangan, tapi tentang bagaimana aku bertahan. Tentang bagaimana aku menemukan caraku sendiri untuk berdiri di dunia yang terasa asing dan kejam. Tentang bagaimana ruang kosong dalam diriku perlahan berubah-bukan menjadi penuh, tapi menjadi bagian dari siapa diriku sekarang. "Sepotong Kekosongan" adalah kisah perjalanan seorang anak yang kehilangan sosok yang seharusnya ada, bertahan di tengah kesepian, dan menemukan kekuatannya sendiri di antara luka-luka yang tertinggal.