"gue pernah percaya kalau semua orang berhak dapat kesempatan kedua."
Suara itu terdengar lirih, bercampur isak yang berusaha ditahan.
"Tapi ternyata, orang yang paling gue percaya jadi orang yang bakal nghancurkan gue."
Keheningan menjawab, tak ada satu pun balasan, hanya suara langkah kaki yang perlahan menjauh, meninggalkan seseorang yang masih berdiri mematung dengan air mata yang terus mengalir.
*****
Doorrr!
Satu suara tembakan pecah pada malam itu. Suasana yang semula dipenuhi teriakan menjadi hening, semua mata tertuju pada satu titik.
Seorang pemuda berlutut di tengah jalan. Kedua tangannya mengepal kuat. Tatapannya kosong, tetapi sorot matanya dipenuhi amarah dan penyesalan yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata.
Di hadapannya,seseorang terbaring tak bergerak, malam itu menjadi awal dari kehancuran banyak kehidupan.
*****
"Apa lo yakin masalah ini dia ga tau?"
"Selama kita semua tutup mulut, gaakan bocor ke dia"
"Kalau suatu hari dia tahu semua kebenarannya?"
"Gue ga pedui yang penting dendam gue terbalaskan."
Ruangan kembali sunyi, tak ada lagi yang berbicara, karena mereka tahu, saat semua rahasia itu terbongkar, tak akan ada lagi persahabatan yang tersisa.
*****
"Aku salah apa?" Suara perempuan itu kembali terdengar "Jadi selama ini kamu jadiin aku pelampiasan balas dendam di antara kalian berdua aja?"
Air matanya jatuh tanpa henti, namun orang yang berdiri di depannya tak sedikit pun berbalik.
"Aku minta maaf."
Hanya dua kata itu, dua kata yang terlambat, dan cukup untuk menghancurkan hati seseorang yang selama ini memilih bertahan.
******
Sebuah kisah tentang persahabatan, pengkhianatan, cinta, dan dendam...
All Rights Reserved