Afra Rainey Delroy

Afra Rainey Delroy

  • WpView
    LECTURES 109
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., juil. 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Hallo Ray" ucap gadis tersebut "ya nona, apa ada sesuatu yang ingin nona bicarakan" ucap orang yang dipanggil Ray tersebut "ya, Hm apakah kau tau seseorang yang tinggal di jalan melati nomer 34" ucap gadis tersebut "iya nona saya tau, pemilik rumah itu adalah bapak Arselan Atmajaya dan ya istrinya memiliki hutang kepada nona" ucap Ray "berapa hutangnya" tanya gadis tersebut "350 juta nona" ucap Ray ... Baca kelanjutannya dicerita ya. Jgn lupa vote, comment dan follow teman teman 😘 "apakah sudah lunas" tanya gadis tersebut kembali "belum nona" jawab Ray "baiklah sekarang kau tagih segala hutangnya itu" ucap gadis tersebut "baik nona" ucap Ray dan gadis itu pun langsung menutup telfonnya setelah mendengar jawaban dari asistennya
Tous Droits Réservés
#14
nonamuda
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hurt Girl! (Completed)
  • My Bodyguard Is My Husband
  • Sahabat Jadi Pacar || (END)
  • Cracked Love
  • save me
  • My bastard husband
  • Can't It Be Me (Completed)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Happiness Sought {On going}

🚫PERINGATAN! CERITA INI MENGURAS EMOSI🚫 [TELAH TERBIT]✓ LENGKAP✓ Utamakan Follow sebelum baca😑 # Sasha sudah benar-benar kesal dengan tingkah bodoh nya Arsen, sehingga amarah nya yang sudah ia tahan sejak lama pun kini tidak bisa ia tahan lagi. "Kamu pilih aku atau perempuan jalang itu?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang sedikit tinggi. Seketika rahang Arsen mengeras saat mendengar kata jalang dari mulut Sasha. "JAGA MULUT KAMU!" Teriak Arsen seraya menunjuk kedepan wajah Sasha. Sasha tersenyum miring. Walau sebenarnya ia merasakan sesak didalam hatinya. "Dan asal lo tau, dia itu baik. Lebih baik dari pada lo!" Lanjut Arsen dengan tegas. Tubuh Sasha tiba-tiba mematung. Apa yang diucapkan Arsen benar-benar melukai hatinya. Karena Arsen telah membandingkan kekasihnya sendiri dengan wanita lain. "Dan satu lagi, dia itu bukan perempuan jalang!" Ucap Arsen. Sasha yang dari tadi hanya diam membisu, kini ia membuka suara. "Lalu, kalo dia bukan jalang apa? Perempuan yang gak punya hati kaya dia pantasnya disebut apa? Pelakor? Atau perebut kebahagiaan orang?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang meninggi. Plak. Arsen menampar pipi Sasha dengan keras. Sehingga Sasha pun merasakan panas dicampur rasa sakit dipipinya. Tubuhnya bergetar, air matanya menetes. Ia memegang pipinya yang memerah itu. Ia menatap Arsen lekat, ia benar-benar tidak percaya jika Arsen melakukan itu pada dirinya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu