HOROSKOP (Cinta Untuk Nesya)

HOROSKOP (Cinta Untuk Nesya)

  • WpView
    Membaca 169
  • WpVote
    Vote 108
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 24, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
"sya lu udah tua masih aja jomblo, gak takut apa jadi perawan tua" yah Nesya sudah tidak asing lagi mendengar omongan dari temannya yang seperti itu bahkan orang tua Nesya sendiri sempat menjodohkan ia dengar salah satu anak dari temannya namun Nesya menolak karena alasan zodiak mereka tidak cocok. Nesya memang sedikit kuno yang masih percaya dengan ramalan zodiak. "sya lo tau Madame z, itu lo peramal yang sekarang lagi naik daun ramalannya selalu tepat lo sya apalagi kalau soal jodoh lo mau gue kenalin gak" sisi selalu semangat jika membahas tentang jodoh Nesya sebab ia sudah bosan lihat sahabat dari oroknya menjomblo dan menjadi nyamuk baginya. "gue sih masih ragu si apa iya bener bisa meramal jodoh gue, tapi ayuk deh kita coba aja" cerita ini fiksi berdasarkan hayalan penulis sendiri. Teman-teman yang udah baca boleh dong tinggalkan saran dan kritikannya biar saya semangat up nya hehe💛
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Lantas (END)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • My Teacher [END]
  • Aku Milik Pak Dosen. [Rewrite]
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Nikah Muda
  • [2] Ramalan Cinta? ✔️

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan