Story cover for Pergi by arcxrus
Pergi
  • WpView
    MGA BUMASA 168
  • WpVote
    Mga Boto 29
  • WpPart
    Mga Parte 8
  • WpView
    MGA BUMASA 168
  • WpVote
    Mga Boto 29
  • WpPart
    Mga Parte 8
Ongoing, Unang na-publish Jul 31, 2020
Ia merasa lemas setelah kakinya tersandung sesuatu. Arthur masih tertelungkup di atas dedaunan kering. Kemudian ia menemukan suatu surat diantara dedaunan. Surat tersebut tertulis, 

"Pergi"
All Rights Reserved
Sign up to add Pergi to your library and receive updates
o
#961riddle
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
MR. MORGAN  ni YunindaAnn
7 parte Ongoing
Seorang pelukis muda telah kehilangan sentuhan magisnya. Bukan karena ia kehabisan ide, melainkan karena ada sesuatu yang menguap dari dalam dirinya-sesuatu yang tak dapat ia jelaskan. Setiap kali tangannya menyentuh kanvas, hanya kekosongan yang muncul. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah surat misterius di dalam kamarnya. Tidak ada nama pengirim, hanya secarik kertas tua dengan satu kalimat yang membuat jantungnya berdegup kencang: Bagaimana mungkin seseorang melupakan wajahnya sendiri?" Sejak itu, segalanya berubah. Ia mulai melukis wajah asing yang tak ia kenali, namun terasa begitu akrab. Sosok itu tersenyum padanya dari atas kanvas-dan saat Edelweiss berkedip, mata dalam lukisan itu seolah ikut bergerak. Hari-harinya dipenuhi keanehan yang semakin menyesakkan dada. Kota yang ia kenal perlahan berubah; jalanan yang biasa ia lewati kini tak lagi sama. Orang-orang mulai berbisik di belakangnya, seakan mereka tahu sesuatu yang ia lupakan. Dan ketika ia menaiki bus terakhir malam itu, seorang pria yang duduk di sebelahnya menatapnya dengan senyum tipis dan berbisik pelan: "Darahmu memiliki aroma yang mereka inginkan." Dunia yang ia kenal retak dalam semalam. Edelweiss mendapati dirinya terseret ke dalam permainan yang lebih tua dari peradaban manusia-sebuah dunia di mana makhluk abadi mengawasi dari bayangan, di mana dewa-dewa lama belum sepenuhnya mati, dan di mana satu pertanyaan sederhana dapat menghancurkan batas antara kenyataan dan ilusi. Sekarang, Edelweiss harus menemukan jawaban. Bukan hanya tentang lukisan, surat misterius, atau makhluk yang memburunya dalam kegelapan. Tapi tentang dirinya sendiri. Sebelum sesuatu yang lain menemukannya lebih dulu.
The Labyrinth Of Unbreakable Vow  ni vx_mraksha
13 parte Ongoing
Katherine Dalton yang temperamental bertemu dengan Draco Malfoy yang angkuh. Tak pernah ada kata damai di antara mereka. Dua siswa Slytherin ini tampaknya tak sanggup menahan bara emosi yang terus membakar. Draco, dengan segala arogansinya, kerap melontarkan provokasi, sementara Katherine-layaknya kobaran api yang tak pernah padam-selalu membalas dengan ledakan amarah yang menggelegar. Namun, di tahun keenam mereka di Hogwarts, halaman depan Daily Prophet meledak dengan berita panas yang menggelegar-seperti suara Rita Skeeter berteriak di telingamu tanpa jeda. Si pirang menyebalkan itu kembali memuaskan dahaganya akan sensasi, kali ini dengan tajuk utama yang nyaris membuat seluruh dunia sihir membeku: "PENYATUAN DUA KELUARGA DARAH MURNI: IKATAN BARU DRACO MALFOY DAN KATHERINE DALTON." Tajuk itu cukup untuk membuat Katherine mendesis tajam penuh amarah. "Demi janggut Merlin, akan kutinju wajah panjangnya!" geram nya, membanting Daily Prophet ke meja dengan kekuatan penuh tepat di hadapan Ron Weasley-yang hanya bisa terbatuk gugup dan mundur beberapa inci. Dengan napas memburu, Katherine bergegas menuju pintu Aula Besar, menendangnya hingga terbuka lebar, menciptakan keheningan yang mendadak dan mencekam. Semua mata menoleh-tentu saja mereka tahu kabar apa yang tengah menggemparkan Hogwarts pagi itu. Namun Malfoy muda duduk tenang, seolah seluruh dunia di sekelilingnya tak berarti apa-apa. Ekspresinya hampa. Hampa seperti tubuh tanpa jiwa. Theodore Nott melirik tajam, mencoba membaca wajah Malfoy. Ia ingin tahu-apakah Draco benar-benar telah mendengar kabar ini? "Katie mungkin benar-benar akan menghancurkan wajah Rita Skeeter," gumam Zabini dengan nada geli, menyeringai tipis. Parkinson di sisinya hanya mengangguk pelan, sependapat. Sebuah perang bisa saja pecah-tak ada yang tahu pasti. Tapi satu hal yang jelas: Katherine Dalton tidak akan diam saja membiarkan perjodohan ini terjadi begitu saja. ⚠️ Draco Malfoy fanfiction
Hujan Membaca Isyarat (Kumpulan Cerita Pendek Karya @elynna_arsr) ni oreo_sundae
31 parte Ongoing
Dalam setiap tetes hujan, ada kisah yang gugur tanpa suara seperti rindu yang tak pernah sampai, atau luka yang tak ingin dikenang. Hujan Membaca Isyarat adalah ruang di mana kata-kata menjadi sisa embun yang jatuh perlahan ke hati pembaca. Judul ini tak sekadar metafora, melainkan kiasan dari bagaimana alam diam-diam memahami kegelisahan manusia, lebih peka dari siapa pun yang pernah berjanji tak akan pergi. Hujan bukan hanya peristiwa cuaca, melainkan simbol yang menghidupkan kembali percakapan yang tak selesai, janji-janji yang menguap, dan isyarat yang tak pernah dimengerti saat pertama kali datang. Dalam setiap cerita, terdapat lapisan emosi yang lembap, getir, namun indah seperti jalanan basah yang menyimpan jejak langkah seseorang yang tak kembali. Alasan mengapa Hujan Membaca Isyarat menjadi judul utama bukan sekadar karena hujan selalu romantis atau sendu, tapi karena ia setia datang tanpa harus diminta, lalu menyentuh tanpa pernah memeluk seperti kenangan dalam cerita-cerita ini. Isyarat adalah bahasa rahasia, tersembunyi di balik tatapan, jeda, dan diam. Maka saat hujan "membaca", ia bukan sekadar membasahi tanah, tetapi mengurai hal-hal yang tak sempat diucap. Dalam rintiknya yang tenang, ia seperti menggambar ulang percakapan yang nyaris hilang: antara ayah dan anak, kekasih yang lupa arah, sahabat yang menjauh, hingga diri sendiri yang tak pernah selesai dicintai. Di sinilah hujan menjadi peramal kesedihan, pembisik rahasia, dan saksi atas segala yang tak pernah tuntas. Sebab tak semua kisah harus lantang. Kadang, cukup satu isyarat dari langit dan kita tahu, ada hati yang masih bergetar dalam diam.
ALVIN (On Going) ni dv-fitriani_10
38 parte Kumpleto
⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD
Syerli and Her Feeling: A Journey Of Self-discovery ni ElzaNatafaela
24 mga parte Ongoing
"𝑙𝑜 𝑡𝑎𝑢 𝑘𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑔𝑢𝑒 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑟𝑎𝑢𝑚𝑎. 𝑡𝑒𝑟𝑢𝑠 𝑘𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑜 𝑏𝑖𝑘𝑖𝑛 𝑡𝑟𝑎𝑢𝑚𝑎 𝑔𝑢𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑖𝑛 𝑝𝑎𝑟𝑎ℎ?" "𝑙𝑜 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎 𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑖𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑔𝑢𝑒, 𝑑𝑎𝑛 𝑙𝑜 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑖 ℎ𝑢𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖." "𝑔𝑢𝑒 𝑔𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑚𝑎𝑘𝑠𝑢𝑑 𝑏𝑖𝑘𝑖𝑛 𝑡𝑟𝑎𝑢𝑚𝑎 𝑙𝑜 𝑚𝑎𝑘𝑖𝑛 𝑝𝑎𝑟𝑎ℎ, 𝑡𝑎𝑝𝑖..." "𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑎𝑝𝑎? 𝑙𝑜 𝑚𝑎𝑢 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑙𝑜 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖? 𝑏𝑎𝑠𝑖, 𝑡𝑎𝑢 𝑔𝑎𝑘." "𝑚𝑎𝑎𝑓." - 𝑖𝑛𝑖 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑖𝑠𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑟𝑒𝑚𝑎𝑗𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑙𝑎𝑏𝑖𝑙. 𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛 𝑘𝑖𝑠𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟 𝑘𝑙𝑎𝑠𝑖𝑘, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑦𝑎𝑘𝑖𝑛𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑎𝑠𝑡𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑘𝑖𝑠𝑎ℎ ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖, 𝑑𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑎𝑠𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑟𝑖𝑘 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑑𝑖𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
MR. MORGAN  cover
FINDING MAGIC cover
Celandine ✓ cover
Creepyshit cover
The Labyrinth Of Unbreakable Vow  cover
Hujan Membaca Isyarat (Kumpulan Cerita Pendek Karya @elynna_arsr) cover
Behind The Smile cover
ALVIN (On Going) cover
Syerli and Her Feeling: A Journey Of Self-discovery cover
ALGENTA cover

MR. MORGAN

7 parte Ongoing

Seorang pelukis muda telah kehilangan sentuhan magisnya. Bukan karena ia kehabisan ide, melainkan karena ada sesuatu yang menguap dari dalam dirinya-sesuatu yang tak dapat ia jelaskan. Setiap kali tangannya menyentuh kanvas, hanya kekosongan yang muncul. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah surat misterius di dalam kamarnya. Tidak ada nama pengirim, hanya secarik kertas tua dengan satu kalimat yang membuat jantungnya berdegup kencang: Bagaimana mungkin seseorang melupakan wajahnya sendiri?" Sejak itu, segalanya berubah. Ia mulai melukis wajah asing yang tak ia kenali, namun terasa begitu akrab. Sosok itu tersenyum padanya dari atas kanvas-dan saat Edelweiss berkedip, mata dalam lukisan itu seolah ikut bergerak. Hari-harinya dipenuhi keanehan yang semakin menyesakkan dada. Kota yang ia kenal perlahan berubah; jalanan yang biasa ia lewati kini tak lagi sama. Orang-orang mulai berbisik di belakangnya, seakan mereka tahu sesuatu yang ia lupakan. Dan ketika ia menaiki bus terakhir malam itu, seorang pria yang duduk di sebelahnya menatapnya dengan senyum tipis dan berbisik pelan: "Darahmu memiliki aroma yang mereka inginkan." Dunia yang ia kenal retak dalam semalam. Edelweiss mendapati dirinya terseret ke dalam permainan yang lebih tua dari peradaban manusia-sebuah dunia di mana makhluk abadi mengawasi dari bayangan, di mana dewa-dewa lama belum sepenuhnya mati, dan di mana satu pertanyaan sederhana dapat menghancurkan batas antara kenyataan dan ilusi. Sekarang, Edelweiss harus menemukan jawaban. Bukan hanya tentang lukisan, surat misterius, atau makhluk yang memburunya dalam kegelapan. Tapi tentang dirinya sendiri. Sebelum sesuatu yang lain menemukannya lebih dulu.