HYACINT UNTUK AKU

HYACINT UNTUK AKU

  • WpView
    Reads 12,027
  • WpVote
    Votes 1,442
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 25, 2020
-------- Lyodra berbalik meninggalkan kerumunan. Melihat apa yang dilihatnya saat ini menjadikan hatinya semakin sakit. Entah. Dirinya merasa di bohongi. Pertemuan yang terjalin indah, nyatanya hanya menyisakan kepedihan yang mendalam. Raja berlari keluar mencari Lyodra. Dia salah. Sangat salah. Semua yang tersimpan rapi dalam peti mati terungkap. Dia menyakiti Lyodra untuk kedua kalinya. "Ly, tunggu dulu. Listen to me, please Ly?" Raja meraih tangan Lyodra, namun dengan cepat Lyodra menyingkirkan tangan Raja. Lyodra berbalik dan menatap Raja dengan air mata yang sudah keluar dari kedua sudut matanya. "Kenapa Kak Raja enggak mau bicara tentang ini dari awal? Kenapa kak kenapa?" Raja diam. Ia tidak punya alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan itu. "Kenapa diem? Kak Raja enggak bisa jawab?" Tanya Lyodra sekali lagi. Setelah menunggu beberapa detik dan Raja tidak kunjung memberi jawaban, Lyodra berbalik dan meninggalkan Raja. "Aku anter pulang ya." Minta Raja pada Lyodra. Belum sempat menjawab, sesorang sudah menjawab permintaan Raja. "Lyodra biar pulang sama gue. Gue lebih pantes dari pada lo." "Ayo Ly." Lyodra mengangguk dan berjalan meninggalkan Raja yang masih diam dan tidak bergerak. -------- Kita sama-sama berharap, kamu benar-benar untuk aku, dan aku untuk kamu. Tidak ada yang berbeda diantara kita. Hanya masalah masa lalu yang membuat kita harus menjauh sementara waktu.- Raja dan Lyodra.
All Rights Reserved
#14
sadgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 365 Day's to Fall in Love
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Bersamamu
  • BarraKilla
  • Terima kasih Ravindra
  • KIARILHAM��【END】
  • Retrouvailles
  • HELLO DEAR

Mendapatkan tantangan dari Febian, Liora terpaksa harus menembak Regan, cowok yang dikenal paling pendiam di sekolahnya. Liora tidak ambil pusing akan tantangan tersebut, karena Liora tau Regan pasti menolaknya mentah-mentah. Tapi itu hanyalah pemikiran Liora seorang. "Sekarang kita pacaran, oke?" Kemudian Liora menghitung mundur. "Lima, empat, tiga..." "Oke. Kita pacaran," ucap Regan membuat Liora mengangguk. "Pilihan yang bagus kalo gitu gue balik dulu ya," "Eh? Gue kayaknya tadi salah denger dah." Liora tersadar dan tanpa sadar berteriak."Kok lo terima sih?!" Regan menatap Liora datar."Lo kira gue mau pacaran sama lo? Ultah gue tahun depan kita putus," Sekarang Liora tidak dapat berkata-kata apalagi. 🚫 Ada banyak kata-kata kasar dan diharapkan untuk tidak ditiru 🚫Dilarang plagiarisme karena itu hukumnya haram

More details
WpActionLinkContent Guidelines