HYACINT UNTUK AKU

HYACINT UNTUK AKU

  • WpView
    Reads 12,040
  • WpVote
    Votes 1,442
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 25, 2020
-------- Lyodra berbalik meninggalkan kerumunan. Melihat apa yang dilihatnya saat ini menjadikan hatinya semakin sakit. Entah. Dirinya merasa di bohongi. Pertemuan yang terjalin indah, nyatanya hanya menyisakan kepedihan yang mendalam. Raja berlari keluar mencari Lyodra. Dia salah. Sangat salah. Semua yang tersimpan rapi dalam peti mati terungkap. Dia menyakiti Lyodra untuk kedua kalinya. "Ly, tunggu dulu. Listen to me, please Ly?" Raja meraih tangan Lyodra, namun dengan cepat Lyodra menyingkirkan tangan Raja. Lyodra berbalik dan menatap Raja dengan air mata yang sudah keluar dari kedua sudut matanya. "Kenapa Kak Raja enggak mau bicara tentang ini dari awal? Kenapa kak kenapa?" Raja diam. Ia tidak punya alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan itu. "Kenapa diem? Kak Raja enggak bisa jawab?" Tanya Lyodra sekali lagi. Setelah menunggu beberapa detik dan Raja tidak kunjung memberi jawaban, Lyodra berbalik dan meninggalkan Raja. "Aku anter pulang ya." Minta Raja pada Lyodra. Belum sempat menjawab, sesorang sudah menjawab permintaan Raja. "Lyodra biar pulang sama gue. Gue lebih pantes dari pada lo." "Ayo Ly." Lyodra mengangguk dan berjalan meninggalkan Raja yang masih diam dan tidak bergerak. -------- Kita sama-sama berharap, kamu benar-benar untuk aku, dan aku untuk kamu. Tidak ada yang berbeda diantara kita. Hanya masalah masa lalu yang membuat kita harus menjauh sementara waktu.- Raja dan Lyodra.
All Rights Reserved
#2
lyodra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • BABY KIARA (TERBIT)
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • HELLO DEAR
  • Bersamamu
  • 365 Day's to Fall in Love
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Retrouvailles
  • LEITHLEACH

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines