Suara Hati Andini

Suara Hati Andini

  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 19, 2020
Kalian pernah, dikecewakan, di tinggalkan, diremehkan, tidak di percaya, di lempar hingga ke dasar kehidupan paling dalam? Saya saksi hidup bahwa semua hal di atas, TIDAK MENYENANGKAN. Bahkan ingin sekali rasanya tidak pernah ada dari bagian itu. Pada umumnya manusia ingin hidup tenang. tapi apa kalian tau, di balik semua kejadian tersebut. Saya paham arti kesetiaan, kepercayaan, teman, sahabat, dan saya mengerti mengenai siapa diri ini. siapa orang orang yang memang berdiri di sisi ini. Bukan hanya ketika saya berbahagia, tapi juga ketika saya terjatuh, sejatuh-jatuhnya. dan di balik ketidak percayaan serta hujatan demi hujatan itu, maka inilah hadiah dari hati yang menangis untuk kalian semua, sampai aku tertawa juga untuk kalian semua.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Devilicya [END]
  • As Time Allows
  • Stupid Love [END]
  • Shatara [SUDAH TERBIT]
  • Love or Dare [Completed]
  • SHAVIRA
  • 40 Menit
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Eliinaa

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines