friends & love

friends & love

  • WpView
    Reads 680
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Sep 2, 2020
Sudah tak asing lagi jika kita mendengar persahabatan lawan jenis. Tetapi tidaklah heran jika salah satu dari mereka menaruh rasa. Mencintai tanpa di cintai itu memang menyakitkan. Tapi ketahuilah, ada secuil bahagia ketika kita bertemu atau hanya dekat tanpa ada kata 'pacaran' dengan orang yang kita cinta meski dia nya itu tak peka. Dan itu terjadi pada seorang gadis yang saat ini menginjakkan kakinya di kelas 2 SMA rajawali (maaf cuman ngarang) di salah satu sekolah di Jakarta. Dia hanya menjadi pihak yang mencintai tanpa dicintai, dan lebih tepatnya lagi, cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan dan pada akhirnya dia memilih untuk mencintai dalam diam. Meski sulit dilakukan, karena ketika dia cemburu, dia tak bisa marah karena tak memiliki hak apapun untuk itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • It HURTS
  • FATAMORGANA
  • JANUARGHA
  • Friendship In Love
  • You Are Again
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • Elvina [COMPLETED]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines