I catch you

I catch you

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 1, 2020
Saat malam itu diatap sekolah ia menatapku dengan tatapan yang tak bisa kuartikan. "Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" tanyaku terkejut. "Pulanglah! Hari sudah mulai gelap, orang tua mu akan khawatir!" ucapnya mengalihkan pembicaraan. "Jangan pergi!" teriakku ketika ia akan pergi. "Lagipula aku tak punya orang tua yang akan mengkhawatirkanku." ucapku yang membuat ia kembali berbalik kearahku. "Jadi bagaimana kau bisa mengetahui jika aku yang melakukannya?" tanyaku sekali lagi. "Bagaimana ya?!?!" ucapnya yang membuatku kesal. "Kau penasaran?" tanya baliknya kepadaku. "Em, aku penasaran." ucapku dengan bergetar ketakutan. "Tapi daripada penasaran akan hal itu, bukankah lebih baik kau penasaran dengan apa yang harus kau lakukan selanjutnya?" ucapnya sambil menyandarkan tubuhnya kepintu. "Katakan semuanya sebelum terlambat. Jika kau mengatakan semuanya sebelum terlambat ketua yayasan tak akan melaporkanmu dan juga ia akan membantumu." ucapnya yang membuatku meneteskan air mata. "A...apa kau bisa dipercaya?" tanyaku dengan air mata yang mengalir. "Seharusnya kau bertanya apakah aku bisa mempercayaimu alih-alih apa kau bisa dipercaya." ucapnya membuatku tak percaya. "Kau sungguh kakak kelas yang hebat. Terima kasih, aku akan mengaku." ucapku merasa tenang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Maaf' (Revisi)
  • My Badboy Boyfriend
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Fake's Lady
  • MAHESWARI  (selesai)
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines