LiS
  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 4, 2021
Utamakan Follow sebelum baca😑 # "Udah, gue juga mau pergi." Ucap Rey seraya melangkah pergi. Namun langkahnya terhenti saat ada yang memegang pundaknya. Rey berbalik. "Mau kemana lo?" Tanya Aubrey seraya mendongak menatap wajah Rey. Ya karena Rey lebih tinggi dari Aubrey. Rey menunduk menatap Aubrey seraya tersenyum. "Mau pergi," ucapnya seraya melihatkan deretan giginya. "Enak aja. Bantuin gue dulu," ucap Aubrey seraya berbalik membelakangi Rey. Ia hendak melangkah, namun kakinya tersandung. Sehingga Rey pun dengan cepat menahan tangan Aubrey agar Aubrey tidak terjatuh. Namun usahanya sia-sia. Mereka malah terjatuh berdua kelantai dengan posisi tubuh Rey diatas tubuh Aubrey dengan tangannya yang menahan kepala Aubrey agar tidak terbentur lantai. Rey menatap wajah Aubrey lekat. Ia tidak sadar, jika ia tersenyum lekat pada Aubrey. Begitupun sebaliknya. Tidak lama mereka berdua pun sadar, dengan cepat Rey menghindari Aubrey lalu berdiri. Aubrey pun segera beranjak berdiri seraya menepuk-nepuk tubuhnya. Suasana pun menjadi canggung.
All Rights Reserved
#154
sahabatjadicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • MY BOY MY KISS [REVISI]
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • Love Mistake
  • "FRIENDZONE"
  • My Sweet Enemy

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines