LiS
  • WpView
    Reads 240
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 4, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Utamakan Follow sebelum baca😑 # "Udah, gue juga mau pergi." Ucap Rey seraya melangkah pergi. Namun langkahnya terhenti saat ada yang memegang pundaknya. Rey berbalik. "Mau kemana lo?" Tanya Aubrey seraya mendongak menatap wajah Rey. Ya karena Rey lebih tinggi dari Aubrey. Rey menunduk menatap Aubrey seraya tersenyum. "Mau pergi," ucapnya seraya melihatkan deretan giginya. "Enak aja. Bantuin gue dulu," ucap Aubrey seraya berbalik membelakangi Rey. Ia hendak melangkah, namun kakinya tersandung. Sehingga Rey pun dengan cepat menahan tangan Aubrey agar Aubrey tidak terjatuh. Namun usahanya sia-sia. Mereka malah terjatuh berdua kelantai dengan posisi tubuh Rey diatas tubuh Aubrey dengan tangannya yang menahan kepala Aubrey agar tidak terbentur lantai. Rey menatap wajah Aubrey lekat. Ia tidak sadar, jika ia tersenyum lekat pada Aubrey. Begitupun sebaliknya. Tidak lama mereka berdua pun sadar, dengan cepat Rey menghindari Aubrey lalu berdiri. Aubrey pun segera beranjak berdiri seraya menepuk-nepuk tubuhnya. Suasana pun menjadi canggung.
All Rights Reserved
#254
sahabatjadicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Someday
  • Unpredictable Love
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • Love Mistake
  • Friendzone My Love
  • "FRIENDZONE"
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • MY BOY MY KISS [REVISI]
Someday

[SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU] Samantha menjalani hidupnya bagai di negeri dongeng. Ia menikah dengan teman sekolahnya, William, dan hidup bahagia meski tidak dikaruniai anak. Dunianya serasa runtuh saat sang suami divonis mengidap kanker mematikan, yang mengharuskan William untuk segera memperoleh keturunan sebelum terlambat. William tak mampu. Dan hanya ada satu cara untuk mewujudkannya. "Apa yang kamu minta dariku, adalah mustahil." Bisik Samantha ketakutan. "Sam...hanya ini satu-satunya cara. Wasiat Ayahku sudah jelas. Perusahaan yang ia tinggalkan ini, semua kerja keras yang kubangun dari puing-puing sejak Ayah meninggal ini, hanya akan jatuh padaku, anak-anakku, atau Hansel sepupuku. Kita sama-sama tahu bagaimana bajingannya sepupuku itu." "Dengan segala hormat, Liam, dia sama bajingannya dengan Kakakmu--yang kamu minta untuk menghamili aku." "Sam..." William menunduk penuh rasa bersalah. Namun tak sedikit pun ia mengurungkan niatnya. "Aku tidak akan memintamu melakukan ini kalau saja aku punya pilihan lain. Kakakku, adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan aku. Kami sedarah dan setelah semuanya usai, anak itu akan menjadi milik kita, darah daging kita, hak waris kita yang sah. Tidak akan ada yang tahu soal ini selain kita bertiga." "Aku yakin bajingan itu tidak akan setuju dengan ide sintingmu." Liam tersenyum tipis. "Namanya Ralf. Dan dia tidak sepenuhnya bajingan. Lagipula, Sam, keputusan ini mutlak ada di tanganmu." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines