Story cover for Dream First Class by Pinasthys
Dream First Class
  • WpView
    LECTURAS 743
  • WpVote
    Votos 108
  • WpPart
    Partes 65
  • WpView
    LECTURAS 743
  • WpVote
    Votos 108
  • WpPart
    Partes 65
Continúa, Has publicado ago 01, 2020
Contenido adulto
Kita tidak cukup kompatibel untuk membuat anak-anak tumbuh dengan rasa aman dan nyaman. Selalu ada kejadian dimana anak-anak merasa trauma akan sesuatu dan akhirnya mereka akan tumbuh bersama itu. Bahkan anak yang tidak broken home sekalipun bisa saja merusak dirinya sendiri dengan ekstasi dan kesenangan duniawi. Kau tahu, yang lebih mencengangkannya lagi, ternyata manusia selalu membutuhkan bagian yang rusak seperti itu supaya bisa merasakan hidup.


Ditulis juli 2020
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Dream First Class a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Eccedentesiast [END] de winmoonchild
29 partes Concluida
[COMPLETED] Eccedentesiast : (n) Someone who hides pain behind a smile. Yang Laluna Aurora inginkan adalah sebuah ketidakmungkinan. Dia ingin memutar waktu, dan kembali ke masa yang dirasanya sangat membahagiakan. Dia ingin menetap di sana. Dia tidak ingin ada hari-hari selanjutnya. Dia ingin kebahagiaannya kembali utuh. Ternyata, menjadi orang dewasa bukanlah sebuah tujuan yang membahagiakan. Luna ingin meminta maaf, karena mungkin dia tidak bisa menepati janjinya kepada seseorang yang mungkin sedang menantinya untuk menepati janji. Dengan tersenyum, tidak akan terjadi apa-apa. Maksudnya, tidak ada yang tahu jika sebenarnya sedang terjadi apa-apa di dalam hati dan pikiran. Bukankah itu yang dilakukan hampir setiap orang? Mereka pura-pura tersenyum untuk menyembunyikan apa yang menurutnya tidak perlu diketahui oleh orang lain. Hidup tidak melulu tentang bahagia dan sedih. Namun, juga tentang bagaimana seseorang bisa terlihat bahagia, padahal kebahagiaan seakan tidak berpihak kepadanya. Dan Berkat Catu, Luna menyadari hal itu. Catu Aksara Disenja, nama itu tidak hanya sarat akan keindahan. Namun, juga sarat akan luka. Sama seperti hidupnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada hidup Luna dan Catu? ⚠️⚠️ Trigger warnings: ⚠️⚠️ => Loneliness, feeling worthless, depression, and suicidal thought. ••• E c c e d e n t e s i a s t ••• A story by : winmoonchild Eccedentesiast Copyright©2020, winmoonchild All Rights Reserved | Januari 2020
Akan Kuceritakan Semua Tentangku [COMPLETED] de eriinaaputrii
39 partes Concluida
Aku menulis ini karena aku sadar, setiap orang punya permasalahan sendiri. Tapi nggak semua orang bisa keluar dari permasalahan itu. Ada yang menghindar, bersembunyi dibalik kalimat baik-baik saja, bahkan ada yang menetap. Aku dilahirkan ke bumi sebagai anak perempuan yang memiliki banyak pelajaran hidup. Sejak kecil, aku dipaksa untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri. Saat anak-anak seusiaku sibuk untuk tertawa dan bermain agar mereka bahagia, aku hanya bisa duduk terdiam sembari mengawasi mereka dari jendela rumah. Ketika anak-anak yang lain saat wisuda datang bersama dengan kedua orang tuanya, aku hanya bisa tersenyum tragis melihatnya. Saat anak-anak bergegas untuk pulang ke rumah sebagai tempat teraman baginya, aku sibuk memperlambat langkahku menuju ke rumah. Rumah pernah menjadi tempat terburuk dalam hidupku. Rumah yang seharusnya menjadi tempat terbaik agar aku bisa berlindung, justru berbanding terbalik dengan rumahku. Aku menulis ini agar kalian semua tahu, ada orang yang seperti aku. Bahkan mungkin di antara kalian yang sedang membaca ini, juga termasuk bagian dari itu. Aku hanya berharap, semoga tidak ada lagi orang yang mengalami apa yang aku alami ketika tumbuh menjadi manusia di bumi. Aku ingin bersuara, bahwa aku juga ada di bumi. Aku berhak tertawa, bahagia, dan jatuh cinta. Aku berhak untuk itu. ------- Halo, kayaknya cerita ini bakal jadi cerita yang memorable bgt buat aku pribadi. Jujur, aku berani buat nulis ini krn memang aku miris melihat masyarakat sosial kita. Harapanku, semoga kalian bisa dengan senang hati mengulurkan tangan bagi orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Tertanda, Erina Putri
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Hai, Lim Hyunsik [√] cover
Eccedentesiast [END] cover
REGATHAN [END] cover
[✔] Lean On Me || Nomin cover
Love In Silence (Complete) cover
𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂  cover
SECRET [SELESAI] ✔ cover
Akan Kuceritakan Semua Tentangku [COMPLETED] cover
Does Not Become Anything cover
24/7 (HIATUS) cover

Hai, Lim Hyunsik [√]

18 partes Concluida

Pernahkah, sekali saja di sudut malam kau berterima kasih atas segala usaha yang telah kau lakukan tiap hari? Paling tidak, setiap kau melakukan sesuatu yang terbaik, pernahkah kau berpikir betapa hebatnya dirimu? Lim Hyunsik tidak pernah tahu bahwa bebannya kian menumpuk. Dia hanya menjalani hidup, makan karena butuh, bekerja karena harus, dan tersenyum sebab orang lain tersenyum. Bukan murni untuk diri sendiri. Tiada suka, atau sesuatu yang disebut membanggakan. Manusia memiliki kesedihan mereka masing-masing, tapi hanya sedikit dari mereka yang mau menghibur diri secara mendalam. Tiap manusia juga punya luka tersendiri, dan sekali lagi, hanya ada sedikit dari mereka yang menyembuhkan luka tersebut, termasuk Hyunsik. Laki-laki itu terlalu banyak mengabaikan diri sendiri, sehingga membangun dinding pertahanan yang tidak kokoh sama sekali. Lim Hyunsik bisa menyembuhkan orang lain, tapi tidak pernah bisa menyembuhkan diri sendiri. Hyunsik hanya tidak sadar, bahwa sakit yang dialami lebih parah dari sakit fisik pasiennya. Sampai suatu ketika, Hyunsik bertemu anak laki-laki yang mengikuti kemana pun dirinya pergi. HAI, LIM HYUNSIK SINCE2020 COPYRIGHT©ILESTAVAN