CINTA YANG MEMBAWA LUKA

CINTA YANG MEMBAWA LUKA

  • WpView
    Lectures 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., août 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Bun ayah pengen nikah lagi!" Deg!... Rasanya perkataan suamiku bagaikan petir yang menyambar.Tubuhku remuk mendengarnya rasanya hati ini hancur dan sakit seperti ditusuk belati berkali-kali. " Kenapa ayah pengen nikah lagi? Apakah bunda kurang cantik! apakah bakti bunda pada ayah kurang?" kataku sengit sambil menatapnya tajam Laki-laki itu diam tak bergeming.Apakah dia tak mencintaiku lagi? aku tak menyangka padanya padahal aku berharap dia menjadi imam pertama dan terakhirku nyatanya ah...bulir bening pun keluar membasahi pipi.Aku pun tak kuasa menahan luka akhirnya kata-kata laknat yang dibenci oleh Allah dan rasulnya pun keluar "Kalau ayah pengen nikah lagi bunda izinkan tapi dengan satu syarat CERAIKAN BUNDA SEKARANG JUGA! Kataku dengan lantang penuh keyakinan tapi kenapa rasanya sakit ketika kata cerai terlontar dari lisan ini. "Cerai! itu gak akan terjadi sampai kapan pun ayah tak akan menceraikan bunda! Karena perceraian itu dibenci Allah dan rasulnya!". "Terus apa yang harus bunda lakukan untuk mempertahankan istana ini!". kata Farisa pada andi dengan terisak. " Bunda harus siap dan rela di madu!"
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • CINTA SEJATI GUS ALIF DAN SIFA (otw terbit)
  • Astagfirullah, Sabrina! (TERBIT)
  • Bad Papa
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • syanin
  • Turun Ranjang
  • HAMASAH CINTA (END)
  • Not A Perfect Husband ✔
  • Cinta Dan Takdir (sedang Di Revisi )

UP SOREE!!! 🔥🔥 [ FOLLOW DULUU SEBELUM BACAA 😉 ] _____________________________________________ "Seperti yang sudah pernah kita bicarakan sebelumnya," Kyai Abdullah memulai. "Setelah pendidikanmu di Arab selesai, Abi akan menjodohkan kamu dengan anak sahabat Abi." Gus Alif mengangguk pelan. "Iya, Abi. Aku ingat, dan aku juga sudah setuju." "Alhamdulillah," sahut Umi Halimah, suaranya lembut seperti belaian. "Kami hanya ingin yang terbaik untukmu, Nak." "Maukah kamu menemuinya dalam waktu dekat?" tanya Umi Halimah, kali ini dengan nada lebih lembut dan penuh kasih. Gus Alif menatap keduanya, lalu menjawab singkat, "Kalau Abi dan Umi mengizinkan, Alif siap." • • Chandra menatap putrinya dengan tatapan mantap. "Ayah dan Bunda sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan anak sahabat ayah," ucapnya tegas, tanpa bertele-tele. "A-apa?! Enggak, Sifa nggak mau!" serunya, berdiri dengan wajah penuh penolakan. "Simpel saja, kalau kamu menolak perjodohan ini, semua aset ayah yang sudah kamu nikmati akan ayah tarik. Dan jangan pernah berharap kamu dapat warisan sepeser pun dari ayah." ucap Chandra dengan nada tegas • • "Zairee Alif Al-Habibie, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya, Sifa Aulia Azzahra, dengan maskawin berupa uang tunai sebesar sebelas juta empat ratus dua puluh ribu dua puluh lima rupiah dan emas sebesar dua puluh lima gram, dibayar tunai." "Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan," jawab Gus Alif dengan sekali tarikan napas. _____________________________________________ start: 20 Maret 2025 end: terbit: #1 ketua geng (21 Maret 2025) #1 salting (21 Maret 2025) #3 ustadz (23 Maret 2025) #2 paham agama (23 Maret 2025) #2 pasutri (25 Maret 2025) #2 perjodohan (26 Maret 2025)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu