Kaira, seorang perempuan yang saat ini sedang benar-benar berusaha untuk terus istiqamah dalam hijrahnya. Itu bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan banyak perjuangan dalam menjalankannya.
Adit, sahabat Kaira selama hampir 8 tahun, tiba-tiba mengajak Kaira untuk menjadi istrinya.
Dan disaat yang bersamaan, pemuda yang dulu pernah membuat Kaira jatuh hati, datang kembali ke kehidupannya. Pemuda itu bernama Adam. Adam lah yang secara tidak langsung membuat Kaira yang dulunya suka berpakaian terbuka, hingga menjadi Kaira yang tidak lagi menyukai itu. Meskipun, hijrah bukan hanya sekedar mengenai pakaian saja.
Takdir Allah membawa mereka untuk bertemu kembali. Perasaan itu tetap sama. Namun, Kaira hanya mampu diam dan terus memendam perasaanya.
Bagaimanapun juga, ia tetap harus menentukan pilihan. Dan saat keputusan sudah dipilih, apakah itu keputusan yang tepat?
Takdir Allah akan terus berlanjut dalam kisah mereka.
Hai reader, terimakasih sudah mampir ke cerita ini. Pasti kalian pernah kan merasa takdir hidupnya tidak adil? Atau mungkin menyerah dengan kehidupan? Tapi aku punya tips nih biar kalian lebih semangat. Selamat membaca reader yang budiman❤️
Sinopsis
Adelira Nataya Putri, seorang gadis cantik yang jauh dari agama dan selalu bersikap seenaknya akibat perpisahan kedua orang tuanya. Namun hatinya mulai terketuk setetes hidayah saat mamanya mengalami koma akibat jatuh yang menyebabkan tulang punggungnya bengkak cukup parah.
Selain karena keinginan mamanya untuk melihat dia berubah, Adel juga berubah untuk mendapatkan perhatian dari seorang pria yang dia kagumi sejak lama. Perjuangan hijrahnya dibantu oleh seorang sahabat yang sebelumnya sering kali dia hina. Meski orang orang disekitarnya banyak yang mendukung langkah hijrahnya, namun tidak menutup takdirnya untuk mengalami hal-hal yang tidak mudah.
Perasaannya yang hancur saat mengetahui pria yang dia kagumi akan segera menikah dengan wanita yang menjadi sahabatnya berhijrah menyebabkan dirinya harus berusaha membuka hati untuk pria lain. Tapi keputusannya itu justru membuat dirinya hampir menjadi korban kekerasan nafsu pria.
Namun seorang dokter yang selama ini mengaguminya selalu menjadi pelindung baginya. Sebagaimana jawaban dari doa-doanya, pria yang menjadi pelindungnya adalah pria yang ditakdirkan menjadi imam rumah tangganya. Takdir indah yang terangkai dari doa-doa malamnya membuat Adel percaya bahwa keindahan takdir Allah mengalahkan rencana hambanya.