Mendung Tidak Berarti Hujan

Mendung Tidak Berarti Hujan

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Siapa sangka takdir membawamu bertemu dengannya? Seseorang yang menjungkirbalikkan duniamu. Yang membuatmu bertanya-tanya apakah kehadirannya merupakan sebuah kutukan atau sebuah berkat. Karena kehadirannya mendatangkan kumulus awan hitam kedalam hidupmu. Mari berkenalan dengan Kaileen Petra Saad, mahasiswi yang tengah patah hati dan sedang menyibukkan diri menjadikan hobi sebagai pekerjaannya, yaitu bermusik. Dengan kehadiran sahabatnya, Gerald Tanjaya -si content creator musik yang melalang buana di sosial media 3 tahun belakangan- semuanya menjadi lebih mudah. Namun disaat Kaileen berpikir semuanya telah membaik, sang mantan datang dengan berita mengejutkan. Membuatnya terperosok dalam titik terendah. Dengan alkohol ditangan, mendorongnya untuk menjawab Gentala Diaz Citaprasada, salah satu pemilik kafe ditempatnya bekerja yang tidak ada bosan-bosannya menanyakan satu hal yang sama. "Are you a virgin?" Pict sources ©pinterest ©vexels
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titik Nadir
  • Yellow Autumn (Sudah Terbit)
  • Like A Star (Complete)
  • Magic Academy (END)
  • [END] Blind Rainbow
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • Amsterdam Girl
  • My bastard husband
  • See You Again : Antara Aku, Kamu dan Terkadang Mereka
  • Love Letters [END]

Deva, cowok dengan segabrek reputasi buruk di kampus. Namanya mengudara seantreo Fakultas Ekonomi sampai Fakultas tetangga. Entah siapa yang mengawalinya, kabar burung semakin berkembang seiring berjalannya waktu. "Selalu pake baju lengan panjang, karena tangannya tatoan. Sering maen cewek, free sex maksudnya. Doyan mabok, alias ngedrunk. Yang lebih parah, ngobat juga, yang pasti bukan minum obat sakit kepala, ngdrugs! Siapa yang jamin dia gak kena HIV? Atau jangan-jangan udah AIDS?" - pergosipan mahasiswa di kampus yang tidak pernah dibantah atau dibenarkan oleh sang objek. Terang saja hal itu semakin membuat cerita-cerita tentang Deva terus berkembang seiring berjalannya waktu. Tara, salah satu tukang gosip di kampus, berasal dari kalangan genk cewek yang gak tenar-tenar amat, tipikal cewek-cewek yang mau ke toilet aja harus ramean. Karena beberapa alasan, membuat Tara terlibat dengan Deva. Keterlibatannya membuat Tara mengetahui fakta-fakta dari seluruh gosip yang ada. Sialnya, benar semua! Ada juga Tania, si cewek metropolitan yang siangnya kerja di gedung pencakar langit, malamnya dugem sampai pusing. Tania adalah satu-satunya cewek yang bersama Deva dalam kurun waktu yang lama. Lagi-lagi menurut gosip yang mengudara, mereka sih hanya berteman. Teman bobo maksudnya. Namun, ketika sampai pada keadaan... Deva adalah satu-satunya hal yang Tania inginkan ketika Tania tak pernah lagi menginginkan apapun. Tara adalah satu-satunya harapan bagi Deva yang sudah sejak lama kehilangan harapan. Deva adalah permasalahan terbesar bagi Tara yang hidupnya sangat jarang bermasalah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines