Clandestine [Damian Wayne]

Clandestine [Damian Wayne]

  • WpView
    LECTURAS 431
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ene 31, 2023
Kalian tahu yang namanya sakit? Sakit itu adalah ketika kau jatuh cinta kepada seseorang yang kau tahu akan berakhir dengan orang lain, karena kau sebenarnya memang seharusnya dari awal bukanlah bagian dari dunia orang itu. ▪ Ara tidak minta bertransmigrasi ke dunia di dalam serial komik yang kadangkala dibacanya. Ia juga tidak minta hidup lagi sebagai seorang Blasteran. Terlepas dari dua pernyataan di atas yang sekarang menjadi kenyataannya, Ara tidak meminta dianggap musuh sepihak oleh si bungsu dari klan keluarga kelelawar. Tapi tentu saja, yang namanya Damian Wayne itu kalau tidak melakukan seenaknya saja ya bukan Damian Wayne kalau begitu. Pemuda yang sialnya satu tahun lebih tua dari Ara itu malah membuatnya sakit kepala atas segala tingkahnya yang menganggap Ara saingan untuk posisinya kala ia pertama datang ke Manor keluarga Wayne. Lalu tak lama kemudian, Damian malah tak menganggapnya ada setelah tahu Ara bukan bagian dari 'dunia' identitas lain ayahnya. Selang lama tinggal dibawah satu atap yang sama minus hari-harinya di perkemahan 'keluarga lain'nya, kembali pemuda sialan itu kembali menjadi sumber petaka bagi Ara. Mengapa? Ara juga heran sendiri. Dengar, Ara memang Robin stan. Hanya saja, sejak bertemu langsung, segala 'idolisasi' dari kehidupan sebelum kematiannya pudar begitu saja saking buruk perlakuan Damian padanya di awal. Lantas, bagaimana bisa dia pada akhirnya tetap menyukai bocah dengan superiority complex yang identitas lainnya itu adalah Putera Mahkota dari League of Assassins!? ▪ Batman belongs DC and Riordanverse belongs to Rick Riordan. ▪ Set after The Stars and The Sun with a reprise of the Percy Jackson and the Olympian, Heroes of Olympus, and The Trials of Apollo. Purely original plot.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Friendzone
  • ORION [COMPLETED]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Blood and Sword [Sudah Terbit]
  • THE NAIAD (transmigrasi) {END}
  • Horibble Woman (END)
  • Larasuma: Satu Langit, Satu Arus [UPDATED!!!]
  • Mahkota [The Circle Series #1]

Copyright©2018 by Sabiimh Plagiat dilarang mendekat!! No copy my story!! Cape mikirnya. [Ini cerita pertamaku yang dibuat pada saat aku masih pemula, amatiran. Jadi mohon maaf karna banyak typo, dan alur suka gak jelas] **** Nama wanita itu, Ara, Aradila Wilson. Wajahnya tidak secantik wanita diluar sana. Hanya saja mata birunya membuat jantung para kaum adam selalu bergetar saat memandang bola mata indah itu. Tetapi, sikapnya yang mudah emosional membuatnya ditakuti banyak pria, dan hanya sedikit pria yang berani mendekatinya. Hanya ada satu pria yang bisa membuat emosi Ara menurun, dan terkadang juga membuat emosi Ara menaik akibatnya. Nama pria itu adalah Malik Adelardo Achilles. Pria itu juga tak setampan pria diluar sana. Hanya saja senyumannya ditambah dengan lesung pipinya membuat para kaum hawa tergila-gila saat melihat senyuman manis pria itu. Ada ribuan orang diluar sana yang menginginkan hubungan Malik dan Ara lebih dari sekedar teman. Namun, keduanya belum mau menjalin hubungan lebih dari sekedar teman. Karena, takut sebuah hal buruk menimpa mereka, yang mengharuskan mereka berpisah dan menjadi orang asing. Mungkin juga, ada banyak orang diluar sana yang iri pada pertemanan mereka. Dan ingin memisahkan Ara dan Malik. Namun, keduanya tidak ambil pusing dengan para pengganggu itu. Mereka tetap bersama-sama dipenuhi dengan kebahagian, hingga akhirnya... Satu persatu masalah mulai berdatangan. Mampukah Ara dan Malik mempertahankan pertemanannya? Apakah mereka akan terus berada dalam zona pertemanan? Dan apa Ara dan Malik akan selamanya bersama-sama? ---- "Aku sudah melihat jutaan senja, tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku sebagai sore yang sederhana." -Malik Adelardo Achilles- "Aku baru sadar bahwa ada yang lebih indah dari senyummu. Yaitu, tawa kecilmu yang selalu aku rindukan saat kita duduk bersama menikmati indahnya senja." -Aradila Wilson- ---- #22 Nangis (6April2019) #9 Nangis (11April2019)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido