Ibuku pengemis

Ibuku pengemis

  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 2, 2020
Keinginan berqurban seorang wanita tua yang miskin sejak muda. Rela menjual satu-satunya barang berharga pemberian orang tuanya saat dirinya beranjak remaja, yaitu sebuah cincin emas kecil dua puluh empat karat. Namun karena surat bukti kepemilikan barang tak tau dimana, harga cincin pun jatuh. untuk mencukupi pembelian seekor kambing jantan, wanita tua ini nekad memulung dan mengemis demi mewujudkan impiannya meski hanya sekaliii saja selama hayatnya. Mampukah wanita tua itu mewujudkan impiannya di usia senja dan waktu hari raya qurban yang kian tak berjarak? Adakah seseorang yang akan membantunya? Siapakah dia?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Quick Wear: Lelaki tua yang tidak punya keturunan membujuk janda muda Punya Bayi
  • I Love My Own Father
  • √ Datanglah Padaku
  • LOVE OR ENEMY...  💜Completed💜
  • Ana Uhibbuka, Ustadz! (FIN✔)
  • Garis Tepi Pantai
  • KAMBING TENGKORAK - SERI SIDIK KLENIK #2 (Sekuel Karung Nyawa)
  • Journey to the dream
  • Quick Wear: Panduan Serangan Balik Si Jalang yang Licik

Pahlawan wanita yang malang telah berada di jalan menuju suaminya yang tidak beruntung, membunuh satu demi satu. Pi Tian adalah seorang janda muda yang terkenal di lingkungan itu. Dia berkulit cerah, parasnya cantik dan kakinya jenjang. Dia menarik perhatian dan memikat banyak pria yang mendatanginya dengan tatapan penuh nafsu setiap hari. Demi melindungi dirinya, Pi Tian jatuh cinta pada lelaki tua yang hanya berani memperlakukannya dengan baik secara diam-diam pada pandangan pertama. Tetapi lelaki tua itu bersikap acuh tak acuh dan menjauhinya bagaikan menghindari wabah. Dia selalu menolaknya dengan satu kalimat, "Aku tidak pantas untukmu..." Mata Pitian memerah karena marah, "Kamu belum mencoba...bagaimana kamu tahu kamu tidak pantas untukku..." Pitian mengambil inisiatif untuk berdiri di depannya lagi dan lagi, menunjukkan senyum polos, "Paman, garis-garis di telapak tanganmu sangat jelas, bolehkah aku menyentuhnya?" "Paman, apakah pinggangku patah? Bisakah kau memijatnya untukku..." "Paman, sakit di sini...apakah aku akan segera mati..." Pitian tersentuh oleh belaian pria itu, dan berkata dengan enggan, "Paman, mereka semua mengatakan bahwa aku tidak beruntung...aku tidak ingin kau mati..." Mata Pitian merah karena menangis, dan bahkan lehernya merah karena kesedihan, dan seluruh tubuhnya sedikit gemetar. Pria itu memeluknya, menundukkan kepala, dan mencium lembut air matanya. "Jangan menangis, aku kuat, aku tidak takut padamu..." Juga dikenal sebagai "Aku pembunuh suami dan kamu pembunuh istri, kita pasangan yang cocok"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido