Bolwyn smeen

Bolwyn smeen

  • WpView
    LECTURAS 9
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida dom, ago 2, 2020
Bolwyn smeen adalah seorang anak yang malang, sejak usia satu tahun ia ditinggal sang ayah dan ibunya yang hilang bagai ditelan bumi, namun pamannya selalu mengatakan bahwa kedua orang tuanya telah meninggal karena kecelakaan mobil. Saat ini ia berusia 14 tahun, walau kelihatannya tidak begitu, karena kelakuannya masih terlalu kanak-kanak, ia hanya punya satu teman, iya hanya satu.... suatu malam, ia tak bisa tidur karena memikirkan tugas teka-teki dari nenek Bone. Ia terus menyalahkan dirinya karena tak mampu menjawab teka-teki yang baginya sangat membingungkan itu. "ingatlah boly, waktumu 10 menit lagi!" ucap sebuah suara dari belakangnya. "Ah!" ia menoleh ke belakang "sejak kapan kau disana Reva?" "hampir lima menit" ucap Revalya, melompat dari jendela yang sedari tadi ia duduki. "kau tau..." ucapnya mengambil selembar kertas lusuh dari meja belajarnya. "sudah hampir tujuh jam aku memikirkannya, dan baru selesai sekarang". Revalya hampir memarahinya, namun... "Teng... teng... teng..." suara jam berdenting sangat keras, menunjukkan jam 12 malam. keduanya saling menatap cemas. "Cepatlah Boly, kau harus mengantarnya ke rumah nenek Bone!!" Teriak Revalya. Bolwyn melompat dari jendela dan menarik tangan Revalya dengan perasaan sangat cemas.....
Todos los derechos reservados
#43
desi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Glitch
  • THE CLIMB [Completed]
  • in ROOM
  • KEPERGIAN SENJA
  • Melody Arthadiesa
  • Evanescent [END]✓
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Interweave
  • BALADA KEHIDUPAN
Glitch

Glitch (completed) ------------------------------------------------------- "Neo lagi apa, Yah? Aku mau bicara, dong." "Siapa?" "Neo. Udah bangun belum dia?" "Neo siapa, Lin?" Aku bersumpah jantungku berhenti berdetak selama beberapa detik. "Maksud Ayah apa?" "Lah? Itu kamu tadi nanyain siapa? Mau bicara sama Bi Dedeh?" "Yah ... jangan bercanda." Bahkan sambil mengatakannya, aku tahu Ayah tidak sedang bercanda. Aku tahu ada sesuatu yang salah. "Ngomong apa, sih, kamu? Lin, udah dulu, ya. Ayah hampir telat berangkat kerja." "Tunggu! Tolong jangan bikin aku tambah pusing, Yah. Aku mau bicara sama adikku!" Hening selama beberapa detik. "Sepertinya kepalamu benar-benar keras terbentur." "Maksudnya?" tanyaku di tengah degup jantung yang tak karuan. "Alin, kamu gak punya adik. Kamu itu anak semata wayang." *** Dalam sebuah perjalanan kereta, Alin, seorang gadis remaja berusia tujuh belas, terbangun dari tidurnya. Saat itu, ia menyadari beberapa hal terasa sedikit berbeda dari sebelum ia jatuh tertidur. Termasuk, bayangannya sendiri di cermin. Mengapa ia mengenakan pakaian lusuh dan ketinggalan jaman? Mengapa sahabat terdekatnya tidak mengenalinya? Dan yang paling penting, ke mana perginya Neo, adik kesayangan Alin yang tiba-tiba raib seolah ditelan bumi? Apa yang sebenarnya terjadi pada Alin? Atau... pada dunia ini?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido