Dare
  • WpView
    MGA BUMASA 393
  • WpVote
    Mga Boto 45
  • WpPart
    Mga Parte 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Sep 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Maaf gw ga bisa ini cuma tantangan" ucap lirih seorang laki laki dengan berdiri tegap namun menatap seseorang yang ada didepan nya sendu "Kamu!!! kamu pikir perasaan itu cuma permainan? kamu orang yang pertama kali buat aku jatuh cinta. Dan kamu juga orang yang pertama kali buat aku tahu tingginya langit!" ucap seorang perempuan yang ada didepan laki laki itu "tapi ini cuman tantangan sebenarnya gw juga mau nolak tapi ini kemauan temen gw" lanjut laki laki itu "kamu lebih mentingin kemauan temen kamu daripada perasaan seorang perempuan?" "aku benci kamu! jangan pernah muncul lagi dihadapan aku, jangan pernah main sama Abang aku. anggap aja aku ga pernah ada! makasih buat kenangannya!" Setelah mengatakan itu perempuan itu pun langsung pergi laki laki yang tengah menatap nya sendu -menceritakan tentang seseorang yang terjebak dalam cinta 'tantangan'- Mau tau kelanjutannya? Silahkan klik "baca" Lope youuu
All Rights Reserved
#216
alea
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Misi Kalisa (End)
  • They Don't Know About Me!!!
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Aku Adalah Lukamu
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • No Longer Mate
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • AL - TA [END]
  • Three Targeted Girls!!
  • KEYNANDO™ ✔

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman