Story cover for HEARTSHOT by ersauciha
HEARTSHOT
  • WpView
    Membaca 181
  • WpVote
    Vote 64
  • WpPart
    Bab 3
  • WpView
    Membaca 181
  • WpVote
    Vote 64
  • WpPart
    Bab 3
Bersambung, Awal publikasi Agt 03, 2020
Alya Rifaldi , cewek cantik nan manis yang sangat tergila-gila dengan yang namanya game. Bahkan selama hidupnya  hanya dihabiskan dengan bermain game. Bagi alya , bermain game adalah prioritasnya sebagai seorang gamer  dan sebagai seorang makhluk bumi yang menyukai  game. Hidup tanpa  bermain game itu hampa , tidak berarti sama sekali. Alya rela melakukan apa saja asalkan ia bisa bermain game tanpa halangan

" ngegame itu hidup gue", ucap alya seriuss, menatap datar orang yang ada dihadapannya 

sampai ia bertemu dengan seorang  cowok yang membuat hidup Alya , tidak semua tentang game. Alvin gevandi. tapi satu hal yang sangat mereka bingungkan , yaitui perasaan . Mereka bingung untuk menjelaskan perasaan yang mereka alami seperti apa??

apakah mereka mampu menjelaskan yang tengah mereka alami?? perasaan cinta atau hanya rasa penasaran?? jika iya ? mengapa harus sesulit itu menjelaskan??
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan HEARTSHOT ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#430gamer
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
ALIF (TERBIT) oleh Sastra_Lara
71 bab Lengkap
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Apakah seorang anak Kiai harus bisa menjadi penerus kepemilikan pesantren? Ya. Namun, berbeda dengan seorang Haafiz Alif Faezan. Mahasiswa lulusan sarjana kriminologi yang memilih karier sebagai polisi reserse. Sebuah kasus membawa Alif bertemu kembali dengan gadis yang ia cari selama sepuluh tahun ini. Gadis kecil yang pernah ia dekap dalam keadaan sekarat, sekarang tumbuh menjadi perempuan cantik nan penuh kejutan. Pertemuannya dengan sang gadis membawa kemudahan bagi Alif dalam menyelidiki kasus tersebut. Sama halnya, mudah bagi Alif untuk jatuh hati dengan Lahya Deemah, gadis berusia 18 tahun. "Lahya ini anak kecil, mana boleh menikah dengan Gus yang umurnya jauh di atas Lahya?" "Boleh. Bapak kamu sudah merestui." "Apa yang Gus inginkan dari anak kecil seperti Lahya?" "Izinkan saya membimbing kamu dalam dekapan hangat, sampai selamat ke tangan Tuhan." "Tapi, Lahya sudah bertunangan." "Apa yang kamu tunggu dari sebuah penantian yang dia tawarkan, Lahya? Sedangkan saya di sini menawarkan kepastian, namun tak kunjung kamu beri jawaban. Saya semakin takut tenggelam dalam mata itu dan hafalan Quran saya tertinggal mengambang. Sejatinya yang haram takkan mungkin menjadi halal dan suci. Maka dari itu jadilah halal bagi saya, dan saya akan selalu suci untuk bisa menyentuhmu seperti kalam-Nya." '__'__'__' ⚠️DILARANG KERAS MELALUKAN PLAGIASI BERKEDOK TERINSPIRASI⚠️ ⚠️Hak cipta dilindungi Allah Ta'ala⚠️ [Disarankan untuk tidak membaca cerita ini di tempat umum. Dikarenakan dapat mengalami gejala baper, salting, senyum-senyum sendiri, menangis dan emosi disatu waktu] '__'__'__' Start : Juli 2023 End : September 2024
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
My First Love [END] cover
My Gamers (Sudah Dibukukan) cover
Aliana {On Going} cover
ALWAYS YOU (gxg) cover
TerraCotta (Completed) cover
Accidentally In Love  cover
ALIF (TERBIT) cover
Good Daddy cover
i hate you bossy!  cover
AIRen cover

My First Love [END]

34 bab Lengkap Dewasa

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..