Weight Again?

Weight Again?

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 11, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak percaya diri dengan penampilan tubuhnya membuat Nadila Mardiana selalu merasa minder. Berat tubuhnya yang mencapai sekian ratus kilogram dan gumpalan lemak yang berbentuk gelambir dikedua lengannya selalu membuat Nadila membatasi dirinya untuk tidak sering keluar rumah. Program diet yang ia jalani belakangan ini bahkan tak membuahkan hasil, tetap saja beratnya tak kunjung menurun. padahal ia sudah berusaha tidak mengkonsumsi makanan apa saja yang membuat dietnya gagal. Tapi memang lemaknya saja yang sialan, tak mau enyah dari tubuhnya. Namun dibalik rasa tidak percaya dirinya itu, ada seseorang yang melebarkan tangannya siap untuk menerimanya. ⚠️(ADA BEBERAPA KATA KASAR, UMPATAN, DAN TOPIK PEMBICARAAN YG MUNGKIN MENYAKITI PIHAK YG BERSANGKUTAN)⚠️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • Obsession's Second Husband (Hiatus)
  • JodohKu Milyader (COMPLETED)
  • Not Like The Movies
  • BAD LIAR (Completed)
  • Rumah Penuh Cerita
  • Di Persimpangan Hati
  • R.I.P My Mental Health
  • Informed Consent
  • Presentase Rasa ✔

[Trigger / content warning: domestic violence, self injury, negative vibes] Sejak di-PHK, Ayah berubah 180 derajat. Ladin tidak lagi melihat sosok wibawa pada ayahnya karena yang dilakukan Ayah sekarang hanya marah-marah, judi, dan mabuk. Ibu akhirnya harus menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga karena Ayah enggan kembali bekerja. Ladin bukan termasuk orang pendiam, tapi sejak dulu ia tidak pernah menyuarakan emosinya. Oleh karena itu, melukai tubuh kerap kali dijadikannya jalan pintas untuk menuntaskan emosi. Tidak ada ruang untuk Ladin dapat bercerita. Dunia terlampau sibuk hingga tak berkenan mengurusi perempuan kecil yang bukan siapa-siapa. ----- "Katanya, beberapa mahasiswa psikologi itu lagi berobat jalan?" ----- Cerita ini adalah fiktif. Background cover credit to owner (I am sorry because I can't find the artist)

More details
WpActionLinkContent Guidelines