Cumulonimbus [TAMAT]

Cumulonimbus [TAMAT]

  • WpView
    Reads 2,204
  • WpVote
    Votes 352
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 1, 2020
Cumulonimbus idiot, Cumulonimbus mesum, Cumulonimbus gila, Cumulonimbus tampan, Cumulonimbus-ku. Dia, Rama, Si Cumulonimbus. Dia yang kelabu. Dia yang sulit kugapai. Aku tahu cerita sejenis ini sudah sering diangkat. Tapi, aku ingin menceritakan kisahku. Tentang Si Cumulonimbus dan tentang perasaan untuknya yang kusimpan dalam pandora. Aku ingin menceritakannya. Siapa tahu, Si Cumulonimbus juga diam-diam membaca cerita ini. Jangan ditanggapi terlalu serius, anggap saja ceritaku hanya sebuah tulisan untuk perasaan yang tak terucap. . . . . Nulis itu ga segampang ngejitak kepala Rama atau nebak warna celana dalam Rama. Jadi, tolong jangan di plagiat, yaaaa.... Illustration by: gracg.com
All Rights Reserved
#599
perasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eccedentesiast
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Strong Girl Michella (END)
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Semesta
  • DELORA �✓
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • ALGARA & ALTARA [End]✓

Namanya, Mentari Khalila Hasan. Lebih akrab disapa, Riri. Senyumnya, secerah mentari dipagi hari. Namun, siapa sangka dibalik sebuah senyum cerahnya, tersimpan banyak kepalsuan. Seolah senyum yang ia tampilkan didepan semua orang hanyalah topeng, atau kamuflase untuknya bertahan hidup didunia yang keras ini. Mungkin Mentari adalah salah satu contoh dari berbagai macam orang didunia ini, yang bersembunyi dibalik topeng "smile" nya agar tidak terlihat menyedihkan. Terkadang orang yang paling banyak tertawa dan selalu mengumbar senyuman adalah mereka yang pintar menyembunyikan lukanya. Begitulah realitanya, banyak orang tersenyum tapi hatinya menangis. Bahkan ada orang yang baik didepan, tapi nyatanya menusuk diam-diam. Ada juga yang seolah membenci, padahal nyatanya menyukai. Pada dasarnya, apa yang kita lihat dan dengar itu belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Isi hati seseorang tidak ada yang tahu, selain dirinya sendiri dan Tuhan-nya. "Aku seperti siang yang tak pernah melihat malam. Seperti bulan yang selalu kesepian, dan seperti mentari yang selalu bersinar. Meskipun tiada yang tahu bahwa sinarku adalah palsu." - Mentari Khalila. 🌻🌻🌻 "Kemarin malam kamu jalan sama siapa ?" Gadis itu menatap lelaki didepannya penuh tanya. "Siapa yang bilang ?" Ucap lelaki itu lalu tersenyum miring. "Ada, kamu gak perlu tahu." Ujar gadis itu lalu menatap lurus kedepan. "Itu cuma sepupu, bukan siapa-siapa." Ucap lelaki itu. Gadis itu membisu ditempatnya. Lelaki itu menatap gadis yang tengah duduk disampingnya, "kamu kenapa?" Dengan segera gadis itu menggeleng, "aku gapapa." Ucapnya lalu tersenyum. "Kamu marah ?" Ucapnya sambil menatap gadis itu. Lagi-lagi gadis itu menggeleng lalu tersenyum, "aku percaya sama kamu." Lelaki itu pun balas tersenyum. 🌻🌻🌻 @TeenlitIndonesia FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE AND COMENT ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines