Serama (Ayo, Move On!)

Serama (Ayo, Move On!)

  • WpView
    Leituras 71,113
  • WpVote
    Votos 10,145
  • WpPart
    Capítulos 37
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jun 1, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
Diselingkuhi pacar dengan teman sendiri memanglah epic, tetapi pernah tidak diselingkuhi pacar dengan kakak sendiri? Ya, kakak sendiri, kakak kandung, bukan kakak-kakak-an, apalagi kakak adik zone. Benar-benar kakak yang satu ayah, satu ibu, dan sekarang ... satu kekasih. Hidup itu tentang bertemu dan berpisah. Pertemuan tak mampu dihindarkan, begitu juga dengan perpisahan yang tak mungkin terbantahkan. Berpisah tak harus dimengerti dengan alasan; apa, kenapa, dan bagaimana bisa. Cukup diikhlaskan, karena semuanya pasti mengalami selesai. Cepat atau lambat pasti akan hadir kembali, sosok yang memulihkan. Namun, bagaimana jika kisah lama terulang kembali bersama sosok yang dianggap sebagai pemulih? Ikhlaskan, atau masih layak diperjuangkan?
Todos os Direitos Reservados
#262
nctau
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • KARAFERNELIA
  • SENA
  • Alphabet
  • DASAR, LAUT!! [ON GOING]
  • RUNTUH (Rumah Yang Ingin Utuh) | Selesai
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • MAFIA FAMILY ||SVT||✔
  • Terang
  • Candrakanti  [Lengkap]
  • Menepi

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo