BEFORE 30
  • WpView
    Membaca 968
  • WpVote
    Vote 539
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Sep 19, 2020
Namaku Ahmad Argantara aku berharap diusiaku sebelum 30 tahun, aku menjadi orang yang sukses baik dalam karir ataupun cinta. Aku bukanlah anak laki-laki yang terlahir dari keluarga yang kaya raya, tapi bagiku kesuksesan tidak memandang dari mana asalku, begitu juga dengan orang lain karena setiap orang berhak mendapatkan mimpinya. Aku Pria yang ambisius dalam merancang masa depan, tak tanggung, aku yang tidak memiliki banyak uang dan nilai SMA ku yang kecil, aku berharap untuk kuliah di Universitas favorit bahkan luar negeri Kisah ku di mulai setelah lulus SMA, akan tetapi masa-masa SMA ku tidak kalah seru, maka dari itu aku akan menceritakan kembali kisahku di SMA Sejak lulus SMA aku berjanji tidak akan mencintai wanita lagi sebelum aku selesaikan kuliahku, tapi apa mungkin aku menjaga janjiku? Apa aku berhasil wujudkan mimpiku? Apakah aku berhasil mendapatkan cintaku? Banyak mimpi, banyak cinta dan Inilah kisahku . . .
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#98
tasya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan