The Secret Love is Infinite

The Secret Love is Infinite

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 4, 2020
Seorang gadis kini tengah berada di sebuah halte bus dengan mengenakan pakaian serba hitam seperti orang yang tengah berduka. Wajah pucat kontras dengan kulit putih membuatnya terlihat seperti hantu. Tak ada seorang pun yang berani menghampirinya, entah hanya sekedar menanyakan tentang kondisinya ataupun duduk disebelahnya menanti bus yang akan datang. Banyak rumor yang mengatakan bahwa ia adalah gadis pembawa sial dan terkutuk. Setiap kali seseorang mendekati gadis itu bahkan bermain dengan gadis itu maka kesialan akan menghampirinya. Tak ada yang ingin berteman dengan gadis itu. "Dasar wanita pembawa sial." "Kenapa dia tidak mati saja." "Jangan mendekati wanita itu atau kesialan dan kemalangan akan menghampiri kalian." Dan masih banyak lagi bisikan orang-orang yang berada disana. Sang gadis tetap diam tanpa ekspresi menatap lurus ke depan, hingga saat seseorang menghampiri gadis itu. Srekkkk.... Air mineral yang berada ditangan gadis itu diambil paksa oleh seseorang yang baru datang itu. "Thaks, kenalin nama gue Jeffrey Stefanus." Kedua mata mereka bertemu, namun tak berselang lama gadis itu langsung pergi tanpa sepatah kata. "Kenapa tatapan itu seolah mengisyaratkan duka ?" SELAMAT MEMBACA ❤️
All Rights Reserved
#89
bright
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • Arsyilazka
  • LIKE A FOOL
  • A.S.W. (ON GOING)
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Trasmigrasi Queenzee
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • ALGENTA
  • VANIA
  • KEPERGIAN SENJA

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines