Perempuan Dan Patah Hati

Perempuan Dan Patah Hati

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2020
Seharusnya, aku tidak perlu lagi meragu Sudah... Semua sudah berlalu tidak ada lagi ragu itu Seiring pembuktian yang kau labuhkan di hari-hariku yang tak lagi kelabu Kau berikan aku bahagia, bahagia seutuhnya Dan... Terima kasih telah mencintaiku dengan sempurna Namun... Terima kasih pula saat kau belah-belah hatiku menjadi tak berharga. Sebagaimana belahan hatimu yang kau bagi-bagi pula... Hingga perempuan ini menjadi patah... Patah hatinya. Yah... Perempuan dan Patah Hati
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan
  • SalFlo
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • SERUNI DI PADANG HATI (LENGKAP-TAMAT)
  • HE IS MY MINE!
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Remaja

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines