Rida Untuk Radeska

Rida Untuk Radeska

  • WpView
    přečtení 882
  • WpVote
    Hlasy 235
  • WpPart
    Části 16
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno sob, čvc 30, 2022
Selain hubungan antara hamba dan Rabb-nya, hubungan dengan orang tua menjadi yang terpenting dalam hidup. Bersama mereka, rida Tuhan akan ikut serta. Itu sebabnya, menjadi anak durhaka adalah hal yang paling menakutkan bagiku. Tapi, rida penting mereka semakin menjauh setelah kepergian Rama, adikku. Setiap usahaku berubah menjadi kesia-siaan berulang. Dan kini, dengan Lupus yang berusaha mengalahkan ayah, aku harus berjuang kembali. Aku tidak ingin kejadian rama terulang. Beruntung aku memiliki teman seperti Karin dan Gavin yang tidak pernah mundur di setiap episode kesedihanku. Kehadiran Mas Zaki juga menjadi angin segar untuk hubunganku dengan Ayah. Namun, mengapa aku dan Ayah tetap berjarak? Sampai kapan aku harus berjuang menghilangkan label 'anak durhaka' ini? Apa memang seorang anak akan selalu kalah dengan orang tua mereka?
Všechna práva vyhrazena
#23
lupus
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Lembaran Luka | Jay Enhypen (END)
  • Puing luka
  • BEST HOME?
  • Forever just a dream (𝙊𝙣 𝙂𝙤𝙞𝙣𝙜)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Before 180 Days ✓
  • MAMA Y PAPA
  • Jika esok Tak Pernah Ada

Tentang lembaran luka Zaki Arshandra Bagaskara. Dia, laki-laki yang harus menerima kenyataan pahit hidupnya. Hidupnya yang kelam dan hancur, ia juga harus menerima kenyataan bahwa ia terdiagnosa penyakit kanker hati. Hidupnya tidak dikelilingi oleh orang-orang yang baik. Meskipun begitu, ia selalu menyematkan prinsipnya, "Sekalipun kebaikanku tidak terbalaskan kembali, atau bahkan tidak mendapatkan penghargaan, aku tidak akan lelah untuk terus berbuat baik." -Zaki Arshandra Bagaskara. Zaki tidak pernah mendapat perlakuan baik dari orang orang sekitarnya. Dunia tidak pernah ramah kepadanya. Namun, meskipun begitu, ia selalu ramah kepada dunia. Saat Zaki melihat anak-anak yang tertawa lepas dalam genggaman tangan orang tuanya, ia hanya bisa tersenyun pedih dan menangis tiap malam di pojokan kamar. "Andai aku punya benteng sekokoh papa mereka, dan aku juga ingin punya malaikat sebaik ibu mereka. Andai Tuhan sebaik itu. Andai saja." -Zaki Arshandra Bagaskara. Zaki si anak PMR, yang selalu siap sedia membantu mereka yang sakit, tak peduli pada dirinya sendiri yang padahal juga sakit. PMR adalah ekstrakulikuler yang paling Zaki suka. Dalam ekstrakulikuler itu, ia belajar banyak materi untuk mengobati segores luka, karena itu, ia bisa membantu orang orang yang terluka. "Karena aku tidak bisa menyembuhkan lukaku sendiri, aku akan merasa bangga jika bisa menyembuhkan luka orang lain." Ada setitik tenang yang tidak pernah Zaki dapati di hiruk pikuk manapun. Sunyi adalah tempat paling baik untuk Zaki memeluk diri. Sebab ramai tak selalu ramah untuk penyendiri. Dan satu lagi, ketika Zaki berulang tahun, do'a yang selalu ia panjatkan adalah, "Aku ingin punya teman baik dan keluarga yang harmonis."

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu