Rida Untuk Radeska

Rida Untuk Radeska

  • WpView
    Membaca 882
  • WpVote
    Vote 235
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 30, 2022
Selain hubungan antara hamba dan Rabb-nya, hubungan dengan orang tua menjadi yang terpenting dalam hidup. Bersama mereka, rida Tuhan akan ikut serta. Itu sebabnya, menjadi anak durhaka adalah hal yang paling menakutkan bagiku. Tapi, rida penting mereka semakin menjauh setelah kepergian Rama, adikku. Setiap usahaku berubah menjadi kesia-siaan berulang. Dan kini, dengan Lupus yang berusaha mengalahkan ayah, aku harus berjuang kembali. Aku tidak ingin kejadian rama terulang. Beruntung aku memiliki teman seperti Karin dan Gavin yang tidak pernah mundur di setiap episode kesedihanku. Kehadiran Mas Zaki juga menjadi angin segar untuk hubunganku dengan Ayah. Namun, mengapa aku dan Ayah tetap berjarak? Sampai kapan aku harus berjuang menghilangkan label 'anak durhaka' ini? Apa memang seorang anak akan selalu kalah dengan orang tua mereka?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#23
lupus
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Puing luka
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Benalu [Terbit]
  • BEST HOME?
  • MAMA Y PAPA

Aline tak pernah meminta untuk dilabeli-sebagai anak pemarah, pembawa sial, atau anak dari keluarga rusak. Tapi itulah dunia: cepat menilai, lambat memahami. Di sebuah kampung kecil, Aline tumbuh dengan luka-luka tak kasat mata, dibisikkan oleh mulut-mulut tetangga, bahkan oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya. Hingga ia bertemu dengan pintu-pintu dan jendela baru-sahabat, seorang imam, dan Nando, lelaki yang melihatnya dengan mata yang berbeda. Ini adalah kisah tentang perjuangan untuk membuka jendela hati, memecahkan cermin luka, dan menemukan pintu menuju penerimaan. Bukan hanya oleh orang lain, tapi oleh diri sendiri. Sebuah novel reflektif yang mengajak kita bertanya ulang: Siapa diriku, jika label tak lagi melekat padaku? Cocok untuk kamu yang sedang mencari makna, harapan, dan keberanian untuk berdamai dengan masa lalu..... selamat membaca (:

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan