Story cover for KEMBALi!! by adindaa20_
KEMBALi!!
  • WpView
    Reads 3,062
  • WpVote
    Votes 244
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 3,062
  • WpVote
    Votes 244
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Aug 04, 2020
kemana pergi nya kebahagiaan itu?!
mana keharmonisan yang dulu pernah ada?!
mana julukan ke sebelasan itu?! 
di mana kerusuhan yang pernah ada!?

                                        ~~~

"aku rindu julukan kapten ku" -atta 

"aku rindu kerusuhan yang pernah ada" -sohwa

"jidah rindu sikap kalian yang dulu" -sajidah 

"thariq benci suasana sekarang ini " -thariq 

"iyyah pengen semua kembali" -abqoriaah 

"di mana keharmonisa itu?" -saaih

"DI MANA LETAK KEBAHAGIAAN ITUH!?" -fatimah

"di mana julukan ke kesebelasan itu" -fateh

"muntaz kangen umi abi" -muntaz 

                                        ~~~

gen halilintar,siapa yang tak kenal keluarga yang satu ini?! 
keluarga yang terkenal kompak harmonis dan aktif di media sosial 

semenjak kepergian orang tua nya keluarga mereka mengalami ke gagalan dalam bidang bisnis dan membuat keluarga itu kekurangan ekonomi keuangan 
tapi mereka berusaha tegar menghadapi semua itu

"jangan malu apabila miskin, tapi malulah apabila berbuat dosa" 

itu lah pesan abi nya pada mereka
 
                                               ~~~

-cerita ini mengandung bawang jadi siap kan tisu:v
-terinspirasi dari @RarsFt_1625 
-HARGAI AUTHOR,MAKA SESUDAH MEMBACA KELIK LAH TOMBOL BINTANG/VOTE
-follow ig author @adndrys_ end @starsxbndg_
All Rights Reserved
Sign up to add KEMBALi!! to your library and receive updates
or
#1sohwahalilintar
Content Guidelines
You may also like
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
You may also like
Slide 1 of 9
TIME will TELL {On Going} cover
Istri Bocil Milik Sang CEO cover
GEN HALILINTAR LYRIC cover
Boboiboy Solar_You Never Know cover
"Where Are You Now?"[Sequel To Destroy][THE END] cover
My Brother's Secret cover
PAIN [Boboiboy] cover
Another Dimension (The End) cover
Little Sister [Boboiboy Elemental] cover

TIME will TELL {On Going}

15 parts Ongoing

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡