Yang Terpendam

Yang Terpendam

  • WpView
    Membaca 50
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 17, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Rangkaian kata terucap tanpa jeda Terlalu bising menghunjam silih berganti Duri-duri kehidupan terlampau erat tuk dilepas Terlampau lama menunjam diri Namun, satu per satu duri itu mulai terlepas Karena dia... Tatapan kosong itu melepaskan semuanya. Semua yang terpendam. Adhitya & Kirana
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#260
munafik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sudut Luka Nazea
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Z O W I E
  • Alsa
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Happy Is Bulshit

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan