Arkais | Kumpulan Puisi

Arkais | Kumpulan Puisi

  • WpView
    Reads 569
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2020
bagimu hanya kisah sendu tapi kuingat sudah bertahun lalu. kita mendahului, melempar senyum lalu tidur, memeluk selimut masing-masing. apa saja kita bicarakan, kita amukan esok-esok biasa aja, dengan hal lain. tapi pagi itu, pagi muram aku melihat wajahmu tertunduk pada bantal-bantal buram. memeluk diri seakan malu kujumpai saat itu. "kita bukan kita yang dulu, Mas." katamu lalu pergi. ya, pergi. tinggal aku sorang diri. menunggu dirimu kehilangan pasti. -memoar. Arkais yang takkan kuno, sebab semuanya tentang kini; tercipta hanya untukmu saat ini. Arkais yang semakin melebarkan garis wajahmu untuk tersenyum dan melupakan garis perbedaan yang mengurung.
All Rights Reserved
#363
antologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Junior My Love ✔️
  • The Other Side
  • KEPERGIAN SENJA
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Auri, Cigarettes and Life
  • Rintik jadi Luka
  • Keazen (a sly world) TERBIT!
  • Annyeong Oppa! [Terbit]
  • The Dark Side(END)
  • lewat Rindu[Lengkap]

Ku tulis sebuah pengakuan Tentang kerinduan yang masih membungkam Masih terasa nyata meski rupanya sudah terlalu fana Coretan kehampaan diri masih melekat Menggambarkan apa yang sudah terlalu sesat Namun tak mau pergi dan masih berkarat Ku tuai sebuah rasa yang beralih duka Mengajarkan diri, bahwa yang bukan jalannya akan pergi sesuai alurnya Kesadaran diri yang memapah langkah untuk beralih Berdamai dengan kenyataan Bahwa yang ada akan tiada pada masanya 🌹Typo masih banyak karena belum di revisi🌹

More details
WpActionLinkContent Guidelines